Wawancara Eksklusif

Inilah Sosok I Nyoman Nuarta, Pemenang Sayembara Desain Istana Negara di IKN Baru, Kalimantan Timur

Inilah sosok I Nyoman Nuarta, seniman Bali pemenang sayembara desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Baru, Kalimantan Timur.

Editor: Sumarsono
HO
Seniman Nyoman Nuarta, pemenang sayembara desain Istana Negara di IKN baru. Kanan: Desain Istana Negara yang rampak indah dan megah. 

TRIBUNKALTARA.COM – Inilah sosok I Nyoman Nuarta, seniman Bali pemenang sayembara desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Baru, Kalimantan Timur.

Kepada Tribun Bali (Grup Tribunkaltara.com), I Nyoman Nuarta menceritakan pengalamannya saat memenangkan sayembara desain Istana Negara di IKN Baru.

I Nyoman selama ini dikenal sebagai seniman asal Tabanan, Bali. Ia tak menyangka bisa memenangkan sayembara desain sebuah Istana Negara yang bakal menjadi icon Indonesia.

Ia mengaku biasanya dirinya sering kalah dalam sejumlah ajang sayembara.

Baca juga: Harus Bersabar, Pembangunan Istana Presiden di IKN Kaltim Masih Molor, Berikut Penjelasan Bappenas

Baca juga: Menteri LHK Tinjau Lokasi IKN di Kaltim, Siti Nurbaya: Ini Semua Akan Kita Cek Nanti

Namun, pria yang kini tinggal di Bandung, Jawa Barat itu berhasil.

Untuk mengetahui lebih jauh mengetahui proses di balik terpilihnya ia sebagai pemenang sayembara, Tribun Bali mewawancarai Seniman Nyoman Nuarta. Berikut petikannya:

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengunjungi lokasi IKN Di Kabupaten PPU, Sabtu (3/4/2021). Pemerintah pusat masih belum memberikan keputusan terkait groundbreaking pembangunan Istana Presiden yang rencananya dibangun April
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengunjungi lokasi IKN Di Kabupaten PPU, Sabtu (3/4/2021). Pemerintah pusat masih belum memberikan keputusan terkait groundbreaking pembangunan Istana Presiden yang rencananya dibangun April (TRIBUNKALTIM.CO/HO)

Selamat kepada Pak Nyoman sudah memenangkan sayembara desain Istana Negara baru. Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda menyangka bakal meraih prestasi ini?

Saya sebenarnya nggak menyangka, karena saya biasanya sering kalah.

Tahun ini aja saya ada kalah empat malah, ikut airport di Batam kalah, di Jakarta kalah, di Bali kalah, terus bikin Patung Komodo itu kalah juga. Banyak kalah.

Bisa diceritakan mengenai kisah di balik menangnya Anda di sayembara tersebut?

Saya diundang Kementerian PUPR pada Kamis (27/2/2020), untuk ikut sayembara terbatas. Yang dipilih ada beberapa arsitek.

Dan satu-satunya orang yang mereka sebut itu bukan saya. Lalu kita dikasih waktu 12 hari untuk mewujudkan konsep gagasan desain dalam bentuk visual.

Harus membuat sekaligus 12 konsep desain, ada istana, gedung DPR, terus tempat-tempat ibadah, kemudian istana wakil presiden, pokoknya 12.

Setelah menemukan ide dari konsep desain, kami bersama tim, memvisualisasikan 12 konsep gagasan gedung-gedung yang disayembarakan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved