Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Penanganan Covid-19 di Perbatasan RI-Malaysia, John Felix R: Pemkab Malinau Dapat Bantuan Mesin PCR

Penanganan Covid-19 di perbatasan RI-Malaysia, Kadinkes P2KB Malinau John Felix Rundupadang: Pemkab Malinau dapat bantuan mesin PCR.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau, John Felix Rundupadang. TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Penanganan Covid-19 di perbatasan RI-Malaysia, Kadinkes P2KB Malinau John Felix Rundupadang: Pemkab Malinau dapat bantuan mesin PCR.

Selain Kabupaten Nunukan, Pemerintah Daerah Malinau dikabarkan turut mendapatkan bantuan mesin Polymerase chain reaction (PCR) dari Satgas Penanganan Covid-19 RI.

Sebelumnya, Ketua Satgas penanganan Covid-19 RI, Doni Monardo berjanji akan mengirimkan bantuan mesin PCR untuk wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kaltara sewaktu kunjungannya ke Kabupaten Nunukan, beberapa waktu lalu.

Baca juga: 5.000 Test Swab Antigen Bantuan BNPB Tiba di Nunukan, 2 Unit PCR dan 60.000 Masker Dalam Perjalanan

Baca juga: Kunjungan Kerja ke Kaltara, Kepala BNPB Doni Monardo Janjikan Mesin PCR untuk Nunukan dan Malinau

Baca juga: 100 Sampel Belum Dites PCR, Dinkes Kaltara Ungkap Sempat Kehabisan & Usul 5.000 Reagan ke BNPB

Di Provinsi Kalimantan Utara, dua kabupaten yakni Nunukan dan Malinau merupakan wilayah RI yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

Wilayah perbatasan RI-Malaysia diwaspadai sebagai satu dari sekian faktor penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, John Felix Rundupadang membenarkan adanya bantuan mesin PCR tersebut.

"Informasinya, Nunukan dapat dua unit. Dan, pemerintah Kabupaten Malinau juga mendapatkan satu unit mesin PCR," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (6/4/2021).

John Felix Rundupadang mengatakan bantuan tersebut sangat membantu dalam rangka penanganan dan pemeriksaan Covid-19 di Malinau.

Mengingat Kabupaten Malinau hanya didukung fasilitas tes cepat molekuler (TCM) dengan kapasitas yang sangat terbatas.

"Fasilitas kita masih terbatas. Pemeriksaan sampel harus dikirim ke Surabaya atau Tarakan yang memakan waktu. Syukurnya kita juga dapat bantuan mesin PCR," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved