Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ramadan 1442 Hijriah, Pemantauan Hilal di Tarakan Terkendala, Cuaca Cerah Tetiba Tertutupi Awan CB

Ramadan 1442 Hijriah, pemantauan hilal di Tarakan terkendala, cuaca cerah tetiba tertutupi awan cumulonimbus (CB).

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Tampak pemantauan rukyatul hilal dari BMKG dan MUI Kaltara serta dari Kemenag Kaltara dan Kota Tarakan di Taman Berlabuh, Senin (12/4/2021). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Ramadan 1442 Hijriah, pemantauan hilal di Tarakan terkendala, cuaca cerah tetiba tertutupi awan cumulonimbus (CB).

Pemantauan hilal di Taman Berlabuh Kota Tarakan dilaksanakan Senin (10/4/2021) sekitar pukul 17.30 WITA.

Kegiatan pemantauan hilal (rukyatul hilal) dihadiri oleh Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kaltara, Kemenag Kota Tarakan, MUI Kaltara dan MUI Kota Tarakan, ormas Islam seperti Wahdah Islamiah, NU dan Muhammadiyah.

Baca juga: Ramadan 1442 Hijriah, Masjid Agung Istiqomah Kembali Laksanakan Salat Tarawih, Kapasitas Dibatasi

Baca juga: 1 Ramadan 1442 H Hari Selasa 13 April 2021, Umat Islam di Malinau Tunaikan Salat Tarawih Pertama

Baca juga: BREAKING NEWS Pemerintah Putuskan Puasa 1 Ramadan 1442 H Jatuh pada Selasa 13 April 2021

Pemantauan dimulai sekitar pukul 18.15 WITA menggunakan teleskop dari BMKG Kota Tarakan.

Sekitar pukul 18.11 WITA, kondisi cuaca dari sebelumnya cerah mengalami perubahan di bagian barat Kota Tarakan. Dibeberkan PLT BMKG Kota Tarakan, William, dari arah Barat muncul awan cumulonimbus (CB).

"Sehingga hilal tertutupi awan CB. Itu yang menjadi kendala kita juga saat memantau. Ada perubahan cuaca tiba-tiba," ungkap William kepada TribunKaltara.com, Senin (12/4/2021).

Dibeberkan H.Sofian Kabag Tata Usaha Kanwil Kaltara, ada dua metode yang dilaksanakan pemerintah dalam hal rukyatul hilal menentukan awal Ramadan 1442 Hijriah.

Pertama, dengan metode o hisab dan kedua metode rukyat.

"Metode hisab dalam rangka menghitung posisi matahari bumi dan bulan. Hari ini posisi matahari bulan dan bumi itu sejajar sama-sama saat konjungsi dan konjungsi ini terjadi di Indonesia bagian timur pukul 10.30 WITA," ungkap H. Sofian.

Itu manjadi kategori dan prasyarat untuk melihat hilal (bulan). Berdasarkan perhitungan hisab, lanjutnua untuk hari ini, Jakarta secara umum hilal berada di atas 3 derajat.

Halaman
12
Penulis: Andi Pausiah
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved