Breaking News:

Berita Nunukan

Salat Tarawih Diperbolehkan, Kemenag Nunukan Minta Pengurus Masjid dan Jamaah Lakukan Ini

Marhaban Ya Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan membolehkan salat Tarawih asalkan sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Agama

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Kasi Bimas Islam, Kementrian Agama Nunukan, Muhammad Tahir 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Marhaban Ya Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan memperbolehkan salat Tarawih asalkan sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Agama.

Sesui surat nomor 3 tahun 2001 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/ 2021 Masehi.

Kasi Bimas Islam, Kemenag Nunukan, Muhammad Tahir, mengatakan pelaksanaan salat Tarawih di masjid dibolehkan sepanjang mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Salat Tarawih boleh saja. Asalkan jamaah dan pengurus masjid menjalankan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Jamaah memakai masker dari rumah, mencuci tangan sebelum masuk masjid, diukur suhu tubuhnya, kemudian menjaga jarak selama di masjid dan tidak bersalaman," kata Muhammad Tahir kepada TribunKaltara.com, Senin (12/04/2021), pukul 11.30 Wita.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Nunukan 12 April 2021, Mulai Siang Hingga Dini Hari Diguyur Hujan

Tak hanya itu, jumlah umat yang boleh hadir saat salat berjamaah hanya 50 persen dari kapasitas masjid.

Selain itu juga, jarak antar jamaah di dalam masjid minimal 1-1,5 meter.

"Kegiatan ceramah diperbolehkan dengan ketentuan maksimal 15 menit.
Isi ceramahpun menyangkut masalah Ramadan, akidah, ibadah maupun masalah sosial lainnya. Tidak diperbolehkan ceramah yang menyinggung atau memfitnah termasuk berita hoax di tengah masyarakat," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Tahir itu meminta kepada para Ustaz dan penceramah lainnya agar menyampaikan dakwah kepada jamaah dengan cara yang baik.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Tana Tidung Hari Ini, BMKG Prediksi 4 Wilayah Diguyur Hujan Ringan pada Siang Nanti

"Ini bulan suci Ramadan jadi mari kita beribadah dengan khusyu. Agar tidak berkerumun, begitu selesai Tarawih jamaah diharapkan untuk pulang langsung ke rumah masing-masing. Kami sudah edarkan SE Menteri Agama itu kepada semua pengurus masjid," ujarnya.

Menurut Tahir, pihaknya akan menegur pengurus masjid bilamana protokol kesehatan tak dijalankan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

"Kalau sanksi tidak ada. Hanya saja kami akan lakukan pendekatan secara persuasif kepada pengurus masjid. Minimal teguran. Kami di Kemenag sudah mengundang pengurus masjid baik di Nunukan maupun Nunukan Selatan untuk menjelaskan panduan pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan dan Idul Fitri," tuturnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Tarakan Senin 12 April 2021, Empat Wilayah Diprediksi Hujan Ringan Malam Ini

Dia imbau kepada umat muslim di Kabupaten Nunukan untuk meningkatkan prestasi ibadah selama bulan suci Ramadan ini.

"Mari kita mengisi amaliah-amaliah Ramadan ini, perbanyak dzikir, tadarus. Perbanyak amal jariyah.
Mari kita saling nasehat-manasehati di dalam kebenaran dan nasehat-manasehati di dalam kesabaran. Mudahan salat Tarawih kita berlangsung khidmat dan kita semua terhindar dari Covid-19," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus felis

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved