Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Wabup KTT Hendrik Sebut Harga Jagung di Tingkat Petani Masih Rendah, Harap Industri jadi Mitra

Wabup KTT Hendrik sebut harga jagung di tingkat petani masih rendah, harap industri jadi mitra.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
istimewa
Wakil Bupati KTT, Hendrik saat hadiri pencanangan sentra pengembangan komoditi jangung di Kecamatan Muruk Rian, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Wabup KTT Hendrik sebut harga jagung di tingkat petani masih rendah, harap industri jadi mitra.

Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung, Hendrik mengatakan, pengembangan jagung di Tana Tidung perlu dikaitkan dengan sistem pemasaran hasil yang efisien.

Pengembangan jagung kata dia, perlu mempertimbangkan luasan skala ekonomi dan terkonsentrasi pada wilayah yang sesuai agroekologi, serta kawasan usaha melalui kemitraan dengan industri pangan dan pakan.

Baca juga: Tambah Penghasilan di Bulan Puasa, Warga Tideng Pale KTT Antusias Bangun Pasar Ramadan

Baca juga: Partisipasi BDR di KTT Capai 98 Persen, Bupati Ibrahim Akui Adanya Guru Kunjungi Siswa ke Rumah

Baca juga: Ada Daerah Belum Dialiri Listrik, Wabup KTT Hendrik Sebut Fokus Sektor Penerangan Segera Dikerjakan

Mantan Wakil Ketua DPRD Tana Tidung itu mengatakan, perlu adanya kelembagaan kerjasama antara produsen jagung dan pabrik pakan ternak.

Tentu dengan tujuan, agar petani dapat menyediakan bahan baku jagung yang bermutu dan berkelangsungan. Sementara pabrik pakan ternak dapat memberikan kepastian harga yang wajar.

"Penerapan pajak juga kita harapkan dilakukan secara efisien dan efektif. Sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas komoditas yang diperdagangkan," ujarnya, Senin (12/4/2021)

Dia sampaikan, di Kecamatan Muruk Rian, terdapat lahan padi ladang seluas 30 hektar yang dapat diselingi untuk budidaya tanaman jagung.

Lebih lanjut dia sampaikan, tanaman jagung dengan pola budidaya secara tradisional saja, dapat menghasilkan produksi jagung 2 ton per hektar.

"Di Tana Tidung, harga jagung itu masih rendah di tingkat petani. Makanya, permasalahan ini perlu diatasi segera," katanya.

Baca juga: Soal Reformasi Birokrasi, Bupati KTT Ibrahim Ali: Saya Ingin ASN yang Membantu Menata Kelola Pemkab

Baca juga: Batasi Hanya 25 Orang, Pemprov Kaltara Beber Waktu Pelantikan Kepala Daerah Bulungan & KTT

Baca juga: Tak Kuat Menanjak, Bus Tujuan Tanjung Selor - Malinau Terperosok Masuk Parit di Seputuk KTT

"Untuk itu saya mengimbau, perlu dijalin suatu kemitraan antara petani dengan industri pangan dan pakan. Ini juga sebagai upaya kita meningkatkan efisien produksi," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved