Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Rebutan Jatah Sewa Kios, Pasangan Suami Istri dan Preman di Pasar Seni Tenggarong Diciduk Polisi

Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mengamankan tiga orang yang diduga terlibat perkelahian di pasar Seni, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong Kota,

TRIBUNKALTIM.CO
Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting saat memegang barang bukti sebuah parang mandau milik salah satu tersangka keributan di pasar Seni, Tenggarong pada Jumat, (9/4/2021) lalu 

TRIBUNKALTARA.COM , TENGGARONG - Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mengamankan tiga orang yang diduga terlibat perkelahian di pasar Seni, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong Kota, Kabupaten Kukar pada Jumat, (9/4/2021) lalu.

Tiga orang tersebut diantaranya RH dan SR pasangan suami istri dan MU yang mana latar belakang perkelahian tersebut diduga karena perebutan sewa kios.

Baca juga: Waspada! Prakiraan BMKG Hari Ini, Cuaca di Dua Wilayah Tana Tidung Ini Hujan Lebat Disertai Petir

“Jadi RH disuruh ayahnya menagih uang sewa kips di Pasar seni, tapi saat menagih salah satu kios, pemilik kios mengaku bahwa uang sewa kios sudah diambil oleh MU,” ujar Kapolres Kukar, AKBP Irwan Masulin Ginting.

Lanjut AKBP Irwan, mendengar hal tersebut, prangtua RH tidak terima dan mendatangi MU sehingga terjadi cekcok mulut sampai saling dorong. Kemudian, melihat orangtuanya terlibat pertengkaran dengan MU, RH langsung pulang ke rumah untuk mengambil badik atau pisau, sementara MU juga sudah siap dengan sebilah parang ditangannya.

“Kemudian terjadilah saling serang. Saat pihak kepolisian melerai perkelahian itu, tiba-tiba datang SR menusuk MU dari belakang. Jadi di kasus ini tersangkanya tiga orang dari dua belah pihak,” jelasnya.

Baca juga: Ratusan Liter Oli Motor Diselundupkan, Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Temukan di Kapal Jongkok  

Ia menjelaskan, RH dan MU sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, setelah keluar dari rumah sakit barulah kedua tersangka tersebut digelandang oleh petugas ke Mapolres Kukar.

“Infonya sewa kios mereka patok Rp 300 ribu,” tandasnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Tarakan 17 April 2021, Pagi hingga Siang Cerah Berawan, Sore Hari Hujan

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 170 ayat 1 dan ayat 2 KUHP Subsidair Pasal 351 ayat 2 KUHP dan Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.

“Ancaman hukumannya, kurungan penjara maksimal 10 tahun,” pungkasnya.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved