Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Cegah Penyelundupan Sabu di Perbatasan RI-Malaysia, Kapolres Nunukan Minta Mabes Polri Bentuk Satgas

Cegah penyelundupan sabu di perbatasan RI-Malaysia, Kapolres Nunukan minta Mabes Polri bentuk Satgas Khusus.

Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Cegah penyelundupan sabu di perbatasan RI-Malaysia, Kapolres Nunukan minta Mabes Polri bentuk Satgas Khusus.

Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar beberkan keterbatasan pihaknya dalam mengungkap kasus penyelundupan narkoba di perbatasan RI-Malaysia.

"Kami akan tetap menyatakan perang terhadap narkoba. Meskipun dengan segala keterbatasan yang kami miliki, tidak akan ada ruang sedikitpun untuk siapa saja yang terlibat dalam peredaran narkoba," kata Syaiful Anwar kepada TribunKaltara.com, Kamis (22/04/2021), sore.

Baca juga: Ungkap Narkoba Asal Malaysia, Kapolres Nunukan Akui Alami Kebuntuan Mengungkap Bandar Sabu di Tawau

Baca juga: Lagi, Polres Nunukan Gagalkan Penyelundupan Sabu 3,5 Kg Asal Tawau, Pemesan di Pinrang Berstatus DPO

Baca juga: Satreskoba Polres Nunukan Gagalkan Penyelundupan Sabu 5 Kilogram ke Sulteng, Kurir Diupah Rp 50 Juta

Pria yang akrab disapa Anwar itu, berharap kepada Mabes Polri untuk membentuk Satgas khusus seperti di wilayah perbatasan RI-Malaysia itu.

Pasalnya, keterbatasan SDM Polri di Nunukan termasuk segala peralatan beroperasi membuat mereka terkadang kewalahan dalam menangani penyelundupan narkoba.

"Satgas khusus seperti Densus 88 di bidang penindakan narkotika. Kami sangat bersyukur jika ada itu. SDM kami dan peralatan kami terbatas. Seperti tangkapan penyelundupan sabu di perairan Pancang Putih Nunukan, kami turun ke laut gunakan kapal jenis rubber boat. Itu ke Mantikas saja butuh waktu 15 menit. Kalau speed boat hanya 5 menit sampai sudah," ucapnya.

Dia mengaku, tahun lalu ada kajian dari Mabes Polri terkait peralatan apa saja yang dibutuhkan Polres Nunukan di perbatasan.

Anwar katakan, pihaknya membutuhkan kapal cepat, beberapa kendaraan untuk beroperasi, dan moderinisasi persenjataan.

"Saat pengembangan kasus sabu 5 Kg ke Donggala, informasi yang kami dapatkan, tersangka itu dibekali senjata. Makanya kami lengkapi personel dengan senjata laras panjang. Tapi Alhamdulillah tidak ada insiden di lapangan," ujarnya.

Terlepas dari itu, menurut Anwar, modus operandi para penyelundup narkoba yang berhasil diungkap pihaknya, masih menggunakan modus lama.

Baca juga: Anak Buah Listyo Sigit Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu di Bulungan & Tana Tidung, 4 Tersangka Diciduk

Baca juga: Tersandung Kasus Narkoba Empat Kali, Saat Diciduk Pesanan Sabu Rio Reifan Tiba Diantar Ojol

Baca juga: Empat Kali Pemain Sinetron Rio Reifan Diamankan Polisi, Ditangkap di Rumah Memiliki Sabu

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved