Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Ungkap Narkoba Asal Malaysia, Kapolres Nunukan Akui Alami Kebuntuan Mengungkap Bandar Sabu di Tawau

Ungkap narkoba Asal Malaysia, Kapolres Nunukan akui alami kebuntuan mengungkap bandar sabu di Tawau.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Ungkap narkoba Asal Malaysia, Kapolres Nunukan akui alami kebuntuan mengungkap bandar sabu di Tawau.

Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar akui menemukan kebuntuan dalam mengungkap bandar sabu di Tawau, Malaysia.

Perbatasan RI-Malaysia kerap kali dijadikan jalur penyelundupan sabu asal Tawau, Malaysia.

Baca juga: Lagi, Polres Nunukan Gagalkan Penyelundupan Sabu 3,5 Kg Asal Tawau, Pemesan di Pinrang Berstatus DPO

Baca juga: Satreskoba Polres Nunukan Gagalkan Penyelundupan Sabu 5 Kilogram ke Sulteng, Kurir Diupah Rp 50 Juta

Baca juga: Anak Buah Listyo Sigit Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu di Bulungan & Tana Tidung, 4 Tersangka Diciduk

Bagaimana tidak, informasi yang dihimpun sejak Januari hingga April 2021, sudah 40 lebih kasus narkoba yang diungkap Sat Resnarkoba Polres Nunukan.

Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya berkali-kali mengungkap kasus narkoba yang melibatkan jaringan sabu internasional asal Tawau.

Namun hingga kini, masih belum bisa mengungkap bandar sabu asal Tawau itu.

"Ini sudah kesekian kalinya kami mengembangkan jaringan atasnya di Tawau. Tapi sampai saat ini mengalami kebuntuan. Karena rata-rata orang yang jadi kurir itu tidak mengenal langsung bandar termasuk alamatnya," kata Syaiful Anwar kepada TribunKaltara.com, Kamis (22/04/2021), sore.

Hal itu diperparah dengan ketiadaan regulasi yang mengizinkan Sat Resnarkoba Polres Nunukan untuk melakukan tracing melalui telepon seluler.

"Kami tidak bisa melakukan tracing melalui telepon seluler, karena memang itu sudah masuk area negara lain. Ini jadi PR bagi negara, agar ada regulasi khusus untuk perbatasan RI-Malaysia, sehingga memungkinkan kami bisa melakukan
tracing ke Tawau, Malaysia," ucapnya.

Menurut pria berpangkat 2 bunga itu, selagi demand (permintaan) barang haram itu masih terus ada, maka supply (penawaran) juga akan meningkat.

Baca juga: Tersandung Kasus Narkoba Empat Kali, Saat Diciduk Pesanan Sabu Rio Reifan Tiba Diantar Ojol

Baca juga: Empat Kali Pemain Sinetron Rio Reifan Diamankan Polisi, Ditangkap di Rumah Memiliki Sabu

Baca juga: Dua Pengedar Narkoba Diciduk Polresta Samarinda, Saat Digeledah Temukan Sabu di Kantong Jaket Pelaku

"Jadi ada teori supply and demand. Selagi demand banyak artinya orang yang mau jadi pengguna banyak, otomatis supply jadi banyak juga. Rata-rata 1 gram itu harga jualnya Rp1juta. Bayangkan saja ungkapan hari ini BB nya 8,5 Kg itu bisa capai Rp8,5 miliar. Apa nggak menggiurkan," ujarnya.

Dia berharap kepada masyarakat Kabupaten Nunukan untuk membantu Polres dalam memerangi narkoba.

"Ya paling tidak jangan jadi pengedar, pengguna, ataupun kurir. Kalau kita tidak serius dalam menindak tegas kejahatan seperti ini, seolah-olah kita membiarkan negara kita diinjak-injak," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved