Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Revisi Larangan Mudik, KSOP Nunukan Siapkan 2 Posko Angkutan Laut, Berikut Syarat Pelaku Perjalanan

Satgas Penanganan Covid-19 RI menerbitkan Addendum Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021

Penulis: Febrianus Felis
Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Arus penumpang Kapal Pelni KM Lambelu di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, belum lama ini 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN -Satgas Penanganan Covid-19 RI menerbitkan Addendum Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriyah.

Addendum SE itu mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021).

Sedangkan, selama masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 tetap berlaku SE Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Penanggungjawab Status Hukum Kapal dan Sertifikasi Kapal dan Pamtib KPLP, KSOP Klas IV Nunukan, Ahmad Tang, mengatakan, Addendum SE itu bertujuan untuk memperketat aktivitas perjalanan, sebagai bentuk pengendalian kasus Covid-19.

Baca juga: Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Malinau, Wempi dan Jakaria Dikawal Polisi Lalulintas

Menurutnya, kapal penumpang tetap beroperasi hingga 5 Mei nanti. Namun syarat protokol kesehatan bagi PPDN harus diperketat.

Pada masa pengetatan mudik 'pra' mulai 22 April-5 Mei. Ketentuan dokumen kesehatan bagi PPDN yakni:
* Hasil negatif test RT-PCR/ Rapid test Antigen maksimal 1×24 jam.
* Hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

Pada masa peniadaan mudik mulai 6-17 Mei, izin perjalanan dikecualikan untuk mereka yang melakukan perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka/ meninggal, dan ibu hamil atau kepentingan persalinan.

Adapun ketentuan dokumen kesehatan bagi PPDN masa peniadaan mudik yakni:
* Hasil negatif test RT-PCR maksimal 3×24 jam.
* Hasil negatif test rapid antigen maksimal 2×24 jam.
*Hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

Pada masa pengetatan mudik 'pasca', mulai 18-24 Mei. Ketentuan dokumen kesehatan bagi PPDN yakni:
* Hasil negatif test RT-PCR/ Rapid test Antigen maksimal 1×24 jam.
* Hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

Baca juga: BPBD Nunukan Minta Warga Waspada Bibit Siklon Tropis 94W, Bupati Perintah Camat Lakukan 3 Hal Ini

"Memang kalau dibaca sekilas agak membingungkan. Jadi pada masa pengetatan mudik yang pra, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) harus betul-betul memperhatikan dokumen perjalanan penumpang khususnya rapid antigen. Jangan sampai kecolongan di pelabuhan," kata Ahmad Tang kepada TribunKaltara.com, Sabtu (24/04/2021), pukul 13.00 Wita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved