Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Puluhan Ribu Pil Double L Diamankan di Kaltara, Diklaim Pengungkapan Terbesar di Indonesia Tahun Ini

Loka POM Tarakan, bersama Ditreskoba Polda Kaltara berhasil mengamankan 39,935 butir pil double L atau Triheksifenidil.

TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Loka POM Tarakan bersama Ditreskoba Polda Kaltara berhasil mengungkap peredaran 39,935 butir pil double L ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Loka POM Tarakan, bersama Ditreskoba Polda Kaltara berhasil mengamankan 39,935 butir pil double L atau Triheksifenidil.

Menurut Kepala Loka POM Tarakan, Mustofha Anwari, pengungkapan 30 Ribu Butir lebih pil double L ini, adalah yang terbesar se Indonesia pada tahun 2021 ini.

Hal tersebut ia ungkapkan, dalam pers rilis di Mapolda Kaltara, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Kabinda Papua Putu Danny Ditembak KKB, Wakapolda Kaltara Brigjen Erwin Zadma Kenang Masa di Lemhanas

Baca juga: Satgas Covid-19 Terbitkan Aturan Baru, Dishub dan Polda Kaltara Lakukan Penyekatan Arus Mudik

Baca juga: Kejutan HUT, Ini Kata Kapolda Kaltara ke Danrem 092 Maharajalila, Singgung Jenderal Andika Perkasa

"Untuk kasus ini pertama terjadi di Kaltara dan jumlahnya sangat besar bahkan terbesar di Indonesia," ujar Kepala Loka POM Tarakan, Mustofha Anwari.

"Untuk jumlah yang diamankan ada 39.935 pil, dengan nilai ekonomis mencapai Rp 400 Juta," tambahnya.

Pengungkapan yang dilakukan pada hari Jumat lalu, di Tanjung Selor ini, berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial MS.

Pelaku diketahui telah melakukan aktivitas pemesanan pil double L, lewat marketplace Lazada.

"Pengakuan dari tersangka, ini sudah 4 kali pengiriman barang ini diperoleh dari Jakarta melalui market place yaitu Lazada, lalu
barang ini dijual di wilayah Kalimantan Utara," katanya.

Musthofa menambahkan, pil Triheksifenidil adalah obat keras yang harus memiliki resep dokter. Namun, oleh pelaku MS, obat keras ini dijual bebas, sehingga akan menimbulkan efek halusinasi bagi para pemakai tanpa resep dokter, yang menyerupai narkoba.

Kepada pelaku, pihak Kepolisian menjerat dengan Pasal 197 juncto Pasal 106 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved