Berita Daerah Terkini

Walikota Balikpapan Tegaskan Salat Ied Hanya Boleh di Masjid dan Musola, Wajib Protokol Kesehatan

Pemerintah Kota Balikpapan tak mengizinkan pelaksanaan sholat Idhul Fitri 1442 Hijriah di lapangan terbuka.

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
ilustrasi mayarakat Kota Balikpapan mslaksanakan sholat dengan menggunakan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. 

TRIBUNKALTARACOM, BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan tak mengizinkan pelaksanaan salat Idhul Fitri 1442 Hijriah di lapangan terbuka.

Hal tersebut disampaikan Walikota Balikpapan Rizal Effendi usai melaksanakan rapat kordinasi bersama Forkompinda.

"Pelaksanaan salat Ied hanya di masjid atau di mushola, tidak di lapangan terbuka," tegasnya, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Temuan Dugaan Repacking Produk Beras & Gula, Kadisnaktan Tarakan Sebut Masih Perlu Pendalaman Kasus

Sehingga, pelaksanaan Salat Idul Fitri nantinya hanya diperkenankan untuk dilaksanakan di masjid atau mushola.

Namun, setiap rumah ibadah yang akan menggelar Salat Idul Fitri wajib menjalankan protokol kesehatan ketat.

Yakni dengan menjaga jarak 1 meter antar jamaah, keterisian hanya 50 persen dari kapasitas ruangan yang ada.

Penggunaan masker, penyediaan alat ukur suhu tubuh dan cuci tangan, serta alat ibadah yang dibawa dari rumah.

"Yang jelas prinsip pemerintah lebih baik mencegah daripada mengobati," ucapnya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Melejit, Bupati Malinau Wempi W Mawa Sidak ke Pasar Induk, Berikut Ini Temuannya

Larangan pelaksanaan salat idulfitri di luar masjid dan musala dikeluarkan menyusul masih tingginya angka penyebaran Covid-19.

Pemerintah mengkhawatirkan jika pelaksanaan salat idulf itri di lapangan diberikan, bisa berdampak pada penularan wabah.

"Karena itu kami mohon pengertian masyarakat, umat muslim di Balikpapan terhadap keputusan yang diambil Satgas," terangnya.

Perjalanan Cinta Ustaz Abdul Somad dan Fatimah, Bermula UAS yang Ingin Beristri Penghafal Alquran

Rizal Effendi menuturkan seluruh kepala daerah telah diminta kewaspadaannya oleh Presiden Joko Widodo terkait hal ini.

Pasalnya, pemerintah pusat berkaca dengan kasus tsunami Covid-19 yang terjadi pada negara Bollywood alias India.

Kendati demikian, keptusan ini pun masih akan dikoordinasikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kantor Kementerian Agama Balikpapan.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved