Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Kaltara Beber Kendala

Rencana Pembelajaran Tatap Muka di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara beber kendala.

ANDI PAUSIAH/TRIBUNKALTARA.COM
Penerapan prokes seperti mencuci tangan harus menjadi pembiasaan bagi siswa saat PTM sudah diterapkan nanti. Tampak salah seorang siswa sedang mencuci tangan sebagai wujud penerapan prokes di sekolah. Andi Pausiah/Tribunkaltara.com 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Rencana Pembelajaran Tatap Muka di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara beber kendala.

Imbas pandemi Covid-19, setidaknya sudah setahun lebih, pembelajaran dilakukan melalui daring.

Banyak kendala yang kemudian dihadapkan oleh guru dan siswa, dalam menjalankan pembelajaran daring.

Baca juga: 27 Sekolah Dapat Izin PTM, Paling Banyak PAUD, Dinas Pendidikan Siapkan 1.000 Vaksin untuk Guru

Baca juga: Menuju PTM, 49 Sekolah di Tarakan Lakukan Simulasi, Endah: Setelah Simulasi, Guru Divaksin

Baca juga: Arahan Mendikbud Sebelum PTM, Selain Siswa Seluruh Staf di Sekolah Wajib Disuntik Vaksin Corona

Mulai dari kendala jaringan internet, hingga pengawasan terhadap perkembangan karakter siswa. Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henri Sutanto, saat ditemui di Kantor Disdikbud Kaltara, Minggu (2/5/2021).

"Selama daring ini banyak kendala, seperti jaringan internet kurang bagus, lalu pulsa yang mahal, dan kita tidak bisa mengontrol langsung siswa kita," ujar Plt Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henri Sutanto.

"Seperti kalau tatap muka kan jelas jam 7 Pagi masuk, semua masuk, kalau daring, kadang-kadang ada yang belum hadir," katanya.

"Guru juga kesulitan membimbing siswa karena tidak bisa berhadapan langsung, contoh banyak siswa yang tampil saat daring, hanya pakai seragam bagian atas saja, bagian bawah dia tidak pakai seragam, pakai pakaian biasa saja, itukan bagian dari karakter," tambahnya.

Meskipun terdapat banyak kendala, Teguh mengungkapkan tidak banyak adanya penurunan dalam kemampuan belajar siswa, seperti nilai rapor yang tidak menunjukan penurunan.

Hal tersebut lantaran, pihak Kementerian telah menyesuaikan kurikulum di masa pandemi Covid-19, yang tidak lagi mensyaratkan banyak tuntutan kepada peserta didik.

"Tidak ada dampak nilai rapor turun, karena model belajarnya tidak meluas tapi mendalam, kalau dulu meluas tapi tidak mendalam. Kalau sekarang dengan penyesuaian kurikilum tidak ada berdampak pada nilai rapor," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved