Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kawal Larangan Mudik, TNI Anak Buah Hadi Tjahjanto di Tarakan Turun Tangan, Jalur Tikus Bakal Dijaga

Kawal larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, prajurit TNI anak buah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Tarakan turun tangan.

Penulis: Andi Pausiah
Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Dandim 0907 Tarakan siap menerjunkan personelnya untuk ikut melakukan pengawasan larangan mudik Idulfitri 2021.  TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kawal larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, prajurit TNI anak buah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Tarakan turun tangan, jalur tikus juga bakal dijaga.

Prajurit TNI di jajaran Komando Distrik Militer atau Kodim 0907 Tarakan siap berpartisipasi dalam pengawalan arus mudik jelang Idul Fitri 2021.

SE Nomor 13 Tahun 2021 dan Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 menjadi acuan pemerintah untuk menetapkan peniadaan mudik keluar Kaltara.

Usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) bersama unsur forkopimda di Serbaguna Pemkot Tarakan, Komandan Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto siap menerjunkan personelnya untuk ikut bergabung dalam posko yang akan dibuat dalam waktu dekat.

Baca juga: Jelang Lebaran Idul Fitri, Lonjakan Penumpang di Bandara Juwata Tarakan Tembus 1.500 Orang Per Hari

Baca juga: Waspada Banjir Rabu 5 Mei 2021, BMKG Prediksi Hujan Bakal Mengguyur Kota Tarakan Sepanjang Hari Ini

Baca juga: Tunjang Operasi Pencarian, Juni 2021 SAR Tarakan Kembali Dapat Jatah Satu Unit Kapal Penyelamat

Penempatan personel Kodim 0907 Tarakan ini nantinya akan ditempatkan di beberapa titik posko pemeriksaan dan pengamanan.

Di antaranya di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan, Pelabuhan Penyeberangan Juata Laut, Pelabuhan Tengkayu 1 dan Bandar Udara Internasional Juwata Kota Tarakan.

"Nantinya akan dibentuk posko-posko pemeriksaan. Dari Kodim 0907 sendiri akan kami siapkan personel untuk membantu pengawasan terhadap arus keluar masuk Kota Tarakan melalui jalur udara dan jalur laut," ungkapnya.

Ia melanjutkan, begitu juga untuk 'jalur tikus' atau pelabuhan tidak resmi yang menjadi akses keluar masuknya warga Tarakan tanpa pengawasan dari pemerintah.

Ia menambahkan,larangan mudik ini adalah untuk kebaikan bersama. Untuk itu diharapkan masyarakat memahami dan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

"Jadi faktor penyebaran Covid-19 yang kita cegah untuk kebaikan bersama. Tetap waspada, patuhi protokol kesehatan dan jangan mudik," tegasnya.

Salah satu 'jalur tikus' yang berpotensi digunakan warga ketika pengetatan pelarangan keluar dan masuk Tarakan diterapkan mulai 6-17 Mei mendatang. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Salah satu 'jalur tikus' yang berpotensi digunakan warga ketika pengetatan pelarangan keluar dan masuk Tarakan diterapkan mulai 6-17 Mei mendatang. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)
Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved