Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Ratusan Burung Liar Dilepas BKSDA Kaltim ke Alam Hutan Penajam Paser Utara

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim melepas sejumlah 380 burung liar di alam liar kawasan hutan Penajam Paser Utara, Kamis (6/5/2021).

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO/ HO BKSDA Kaltim
Jajaran Balai Karantina Pertanian melakukan pelepasan burung liar ke alam bebas. 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim melepas sejumlah 380 burung liar di alam liar kawasan hutan Penajam Paser Utara, Kamis (6/5/2021).

Burung tersebut dilepaskan ke alam liar demi menekan angka kematian satwa liar di Indonesia, khususnya di Kaltim, yang kali ini dikawal oleh Pejabat Karantina agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan.

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H, Armada Speedboat Malinau Kota Masih Beroperasi

Burung liar ini diketahui terdiri dari beragam jenis, diantaranya cucak hijau, tledekan, kolibri, murai batu, kapas tembak, dan kacer. Dimana lokasi hutan kawasan PPU dipilih lantaran memenuhi kriteria jauh dari pemukiman warga.

Diketahui belakangan bahwa spesies ini merupakan hasil penolakan dari Karantina Pertanian Surabaya.

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan mengatakan bermula saat menerima informasi dari BKSDA Kaltim terkait ratusan burung liar yang ditahan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kamis 6 Mei 2021, BMKG Prediksi Tarakan Bakal Diguyur Hujan Sepanjang Hari

"Kami menerima respon positif gerak cepat dari rekan-rekan BKSDA Kalimantan Timur, setelah menerima satwa liar dari Karantina Pertanian Balikpapan," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, Ridwan Alaydrus, Kamis (6/5/2021).

Burung-burung tersebut dikembalikan ke alam, lanjut Ridwan, agar tidak menambah angka kematian satwa liar akibat stres dikurung di kandang yang sempit.

Baca juga: Waspada Banjir, BMKG Prediksi Kalimantan Utara Bakal Diguyur Hujan hingga Esok Hari

Disamping itu, dirinya mengimbau menjaga kelestarian alam dengan tidak memburu satwa liar. Telebih pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap pengiriman satwa liar yang tidak berizin dari pintu masuk ke Kaltim.

"Marilah kita bersama menjaga kelestarian alam dan menghargai hak hidup satwa liar. Mereka juga memiliki hak untuk hidup bebas di alam tanpa diganggu oleh manusia," ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved