Berita Nunukan Terkini

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan Daging Ilegal dari Tawau, Curiga saat Patroli

Sebanyak 30 paket daging ilegal asal Malaysia berhasil digagalkan Satgas Pamtas RI-Malaysia, di Dermaga Tradisional Desa Losalo

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARACOM/ HO Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad
Daging ilegal asal Malaysia berhasil digagalkan Satgas Pamtas RI-Malaysia, di Dermaga Tradisional Desa Losalo, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Sabtu (08/05/2021), tadi malam. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sebanyak 30 paket daging ilegal asal Malaysia berhasil digagalkan Satgas Pamtas RI-Malaysia, di Dermaga Tradisional Desa Losalo, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Sabtu (08/05/2021), tadi malam.

Daging ilegal asal Tawau, Malaysia yang berhasil digagalkan itu berupa daging Allana dan GBP Australia.

Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad, Letkol Arh Drian Priyambodo, mengatakan, penangkapan barang ilegal itu, berawal dari rasa curiga personel di Pos Tanjung Aru saat melaksanakan patroli keamanan di Dermaga Tradisional Desa Losalo.

Ternyata benar, saat petugas menghampiri seorang pedagang sembako dan dilakukan pemeriksaan, mereka mendapati 20 karung ukuran besar berwarna putih dan 10 kardus warna merah berisi daging.

Belakangan diketahui, 30 paket barang ilegal itu berisi daging jenis Allana dan GBP Australia.

Baca juga: BMKG: Peringatan Dini Minggu 9 Mei 2021, Waspada! 4 Wilayah di Kabupaten Malinau  Alami Hujan Petir

"Saat petugas melakukan pemeriksaan, 30 paket daging ilegal itu memang tidak memiliki kelengkapan surat-surat administrasi. Sehingga, karung dan kardus yang berisi daging ilegal tersebut, akhirnya kami sita dari pelaku. Pelaku diketahui menumpang perahu jongkong milik Hj Tija, warga pulau Sebatik," kata Drian Priyambodo kepada TribunKaltara.com, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (09/05/2021), pukul 08.30 Wita.

Menurutnya, 30 paket daging ilegal itu rencana akan dijual di pulau Sebatik. Bahkan, Drian Priyambodo mengaku, pihaknya telah melalukan penelusuran terhadap pemilik daging ilegal itu.

"Kami dapat informasi bahwa pemilik daging ilegal itu atas nama bapak Adi. Beliau seorang pengusaha yang berada di Desa Pancang Sebatik Utara," ucapnya.

Baca juga: Cuaca Nunukan Minggu 9 Mei 2021, Waspada! Dua  Wilayah Ini Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir

Sementara itu, saat ini bukti penyitaan barang diamankan di Pos Pengawasan Bea Cukai Sebatik, sembari menunggu pemilik barang tersebut untuk diminta keterangan lebih lanjut.

"Kami lakukan ini sebagai upaya pencegahan agar kegiatan ilegal apapun bentuknya tidak dilakukan lagi. Harapannya ini menjadi perhatian bagi semua warga Kabupaten Nunukan," ujarnya.

Diketahui, 30 paket daging ilegal itu terdiri atas 20 karung daging tanpa merek, 8 kardus daging jenis Allana, dan 2 kardus daging merek GBP Australia.

Drian Priyambodo mengimbau kepada seluruh masyarakat Sebatik, utamanya daerah perbatasan, agar menghindari pembelian barang- barang ilegal.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Minggu 9 Mei 2021, Kota Tarakan Diguyur Hujan Pagi dan Malam Hari

Lantaran, sudah pasti tidak memenuhi standar kesehatan.

"Kami juga mengharapkan adanya kerja sama antara seluruh instansi terkait, bersama masyarakat yang ada di perbatasan RI-Malaysia. Agar melaporkan apabila ada tindakan-tindakan ilegal seperti ini," tuturnya.

Dia menyampaikan, jelang Idul Fitri 1442 Hijriah ini maupun setelahnya, personel Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad, akan meningkatkan patroli sebagai upaya untuk mencegah kegiatan ilegal serta memperketat jalur tidak resmi di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

"Kami akan perketat patroli. Apalagi menjelang Idul Fitri ini. Barang-barang ilegal dimungkinkan diselundupkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Ini semua demi keselamatan bersama. Karena yang namanya barang ilegal, standar kesehatannya pasti tidak terpenuhi," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved