Idul Fitri 2021

Rumah dan Mobil Terbakar, Petani Bibit Dituntut Ganti Rugi Tetanganya: Saya Usahakan Semampunya

Keluarga Satria (40) bernasib malang, peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah dan mobilnya justru berbuntut tuntutan ganti rugi dari tetangganya

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Rumah tetangga yang nyaris terbakar berada di samping rumahnya Satria 

TRIBUNKALTARA.COM, BONTANG-Keluarga Satria (40) bernasib malang, peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah dan mobilnya justru berbuntut tuntutan ganti rugi dari tetangganya. Peristiwa yang dirasakan itu ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

Raut wajahnya yang tampak bahagia berbalut luka tak bisa dia sembunyikan. Sebab kejadian yang dialami seakan menyelimuti duka bahagianya ditengah hari perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Tepat sekira pukul 09.00 Wita pagi tadi, Ayah 6 anak itu mendapat kabar jika rumah yang baru ditinggal pergi sedang terbakar api. Tepatnya di di Jalan HM Ardan, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan.

Sehingga rumah kosong yang bermaterial kayu itu mudah dilahap si jago merah. Akibatnya Satria saat tiba di lakosi tak sempat lagi menyelamatkan rumah dan harta bendanya yang berada didalam. Walhasil, satu unit mobilnya pun ikut ludes terbakar.

"Pas sudah balik, api sudah membakar rumah dan tidak ada yang bisa diselamatkan. Untungnya rumah saya saja," ungkap Satria pada, Kamis (13/05/2021).

Baca juga: Lebaran Idul Fitri 2021 di Tengah Pandemi, Wakil Bupati Malinau Ingatkan Silaturahmi Utamakan Prokes

Tak sampai disitu, peristiwa yang dialaminya itu bukannya mendapat simpati, Satria justru mendapat makian dan tuntutan ganti rugi dari tetangga yang rumahnya nyaris ikut terbakar.

Tetangganya menuntut ganti rugi perbaikan jendela dan plafon yang rusak akibat terbakar api yang berasal dari rumah Satria.

"Iya mas, dia minta ganti rugi. Saya bingung juga karena ini kan musibah. Rumah sedang kosong dan kami tidak tahu juga penyebabnya," bebernya.

Menurutnya, melihat musibah ini harusnya lebih bijak. Terlebih keluarganya yang kehilangan harta benda dan rumah tempat tinggal.

Satria pun tak ingin mempermasalahkan lebih jauh. Jika dapat rezeki ia pun mengusahakan mengganti rugi minimal 30 persen dari kerusakan rumah tetangganya.

Baca juga: UPDATE Pemuda Asal Jakarta Meninggal setelah Divaksin, Keluarga Bersedia Jenazah Trio Diautopsi

"Tapi ya sudahlah mas, saya usahakan semampu saya buat ganti rugi. Agar silatuhrahmi antar tetangga saya tidak rusak," ujarnya.

Pria berprofesi sebagai petani bibit keladi itu kembali menceritakan, saat kejadian keluarganya sedang tak berada didalam rumah.

Satria bersama keluarganya pergi ke kediaman yang sedang dalam proses pembangunan. Dengan rencana, keluarganya ingin menerima tamu dirumah yang belum sepenuhnya jadi itu.

"Kami kan rencana terima tamu lebaran disana. Karena kami pikir disini kurang layak," kata Satria.

Dugaan kuat penyabab kebakaran pun tak diketahui. Sebab kompor yang berada dirumah tak ada tabung gasnya.

Baca juga: Jadi Khatib Salat Idul Fitri di Islamic Center Tarakan, Wali Kota Singgung Jihad Tatanan Sosial

"Kurang tahu mas. Kalau karena listrik nah itu diluar kehendak saya. Artinya bukan kelalain saya," ungkapnya lagi.

Disinggung terkait total kerugian yang terbakar, Satria pun sungkan untuk menyebutkan nominalnya. Yang jelas barang seperti baju dan benda lain didalam rumah tak ada yang bisa diselamatkan. Bahkan baju hanya tersisah yang dia pakai dibadan. Begitu juga dengan punya istri dan anaknya.

"Kalau harta enggak seberapa. Yang mahal itu bibit tanaman. Karena kan ini lahan kecil pembibitan. Sebab bibit tanaman ini yang besar dengan harga yang mahal," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved