Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Warga Binaan di Rutan Samarinda Senang, Lebaran Bisa Sungkem Orangtua Lewat Video Call

- Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Klas IIA Samarinda, Jl. Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Klas IIA Samarinda, Kaltim, saat berada diruangan kunjungan online (daring). 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Klas IIA Samarinda, Jl. Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, setahun terakhir pada masa pandemi Covid-19 tidak bisa bertatap muka secara langsung oleh keluarga mereka.

Terhitung sejak pemberlakuan pembatasan pasca Covid-19 yang melanda Bumi Etam dan seluruh wilayah di Indonesia.

Baca juga: Selama Lebaran, Puskesmas Nunukan Hanya Layani Gawat Darurat dan Bersalin 

Dirjen Pemasyarakatan sendiri sudah memberlakukan setidaknya setahun terakhir pada hari keagamaan termasuk Idulfitri yakni kunjungan online atau dalam jaringan (daring).

"Kunjungan online (daring) tahun ini kembali diberlakukan untuk warga binaan kami, tentu ikut mencegah penyebaran Covid-19. Jadi kami memang siapkan segala sesuatunya untuk mendukung pelayanan ini," tegas Kepala Rutan (Karutan) Klas IIA Samarinda, Alanta Imanuel Ketaren ditemui, Kamis (13/5/2021) hari ini.

Untuk alat komunikasi berupa ponsel pintar berplatform android, pihaknya menyediakan diruang khusus kunjungan online lengkap beserta charge (alat penambah daya baterei) ponselnya.

Baca juga: Lebaran Idul Fitri 2021 di Tengah Pandemi, Wakil Bupati Malinau Ingatkan Silaturahmi Utamakan Prokes

"Disiapkan untuk alat komunikasi untuk berkomunikasi dengan keluarga warga binaan, apalagi yang jauh dari wilayah Samarinda. Ada 5 ponsel untuk berkomunikasi," sebut Karutan.

Bertanya pemberlakuan pelayanan ini sendiri, Alanta Imanuel Ketaren mengatakan bahwa selama sepekan kedepan dan bergantian, petugas jaga akan mendampingi kegiatan kunjungan online ini.

"Selama seminggu kedepan. Jadi skemanya ada dua shift. Pukul 09.00 sampai 11.30 WITA, dilanjutkan pukul 14.00 sampai jam 16.00 WITA," jelasnya.

Menyinggung terkait barang penitipan WBP, Karutan menambahkan bahwa tetap bisa memberikan makanan, ataupun kue lebaran untuk disantap oleh sanak saudara yang menjalani masa hukuman di Rutan Samarinda.

Namun, barang titipan terpaksa harus melalui prosedur pemeriksaan ketat yang dilakukan personil Rutan dan diawasi oleh personil Polresta Samarinda dari Polsek jajaran.

"Sudah berjalan sejak ramadan (penitipan barang), personil dari Polsek Sungai Pinang juga kami minta untuk untuk membackup pemberlakuan barang titipan. Jadi diperiksa secara detail (mencegah barang terlarang masuk)," pungkas Alanta Imanuel Ketaren.

Baca juga: Gal Gadot Dicecar di Instagram hingga viral di Twitter, Buntut Serangan Militer Israel ke Palestina

Selain itu WBP yang sempat ditemui, bernama Yaqub merasa bersyukur walaupun tidak bisa dibesuk oleh keluarganya yang berada di Kota Balikpapan.

Dia merasa masih bisa bertatap muka melalui layar ponsel yang disediakan oleh Rutan Samarinda di ruang kunjungan online (daring).

"Walaupun sudah setahun terakhir tidak bertemu, namun melalui program kunjungan online bisa telpon keluarga, video call kan bisa juga melihat, ya walau nggak bisa jabat tangan (sungkem) secara langsung," singkatnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved