Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Puskesmas Balikpapan Pasok Rapid Antigen, Antisipasi Lonjakan Pemeriksaan Covid-19 Pasca Lebaran 

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan telah membekali Rapid Antigen di setiap Puskesmas di Kota Minyak.

TRIBUNKALTIM.CO
ilustrasi salah satu warga Kota Balikpapan melakukan Rapid Antigen yang disediakan oleh pemerintah Kota di Puskesmas Sepinggan. 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN- Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan telah membekali Rapid Antigen di setiap Puskesmas di Kota Minyak.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi melonjaknya pemeriksaan Covid-19 pasca Hari Raya Idul Fitri 1442H.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan pengendalian Covid-19 harus dilakukan dengan tracing yang cepat.

Baca juga: Hari Pertama Lebaran 5 Kasus Positif Corona di Kota Balikpapan, Terendah Selama 6 Bulan Terakhir

"Ini dilakukan untuk mengantisipasi. Karena salah satu upaya pengendalian Covid-19 harus tracking dan tracing cepat," ujarnya, Jumat (14/5/2021).

Sehingga, bagi masyarakat yang merasa bergejala atau memiliki tanda-tanda Covid-19, dipersilakan untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

"Makanya kami sudah droping, semua puskesmas sekarang sudah ada rapid antigen," ucap wanita yang kerap disapa Dio itu.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Tana Tidung Jumat 14 Mei 2021, Sesayap Hilir Diguyur Hujan Petir Malam Ini

Kendati demikian, ia juga meminta kepada warga Balikpapan untuk selalu waspada terkait masa inkubasi atau penularan.

Sebab, gejala daripada virus Covi-19 tersebut, baru akan terlihat atau diketahui saat hari ke tujuh sampai dengan 14 hari.

Misalnya, pada Hari Raya Idul Fitri ramai orang berkumpul. Saat itu, gejala daripada virus Covid-19 belum tampak bersarang di tubuh manusia.

Baca juga: Dua Bersaudara Berkelahi saat Malam Takbiran, Irwan Tewas di Tangan Adik, Pemicunya Membela Diri

Untuk melihat itu, harus menunggu hingga 14 hari ke depan. Apabila sudah bersarang maka harus cepat diwaspadai, sebab mutasi penularan akan lebih cepat.

"Kita diminta untuk waspada apabila ada gejala penularan yang cepat. Itu harus diwaspadai virus mutasi," tandasnya.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved