Berita Kaltara Terkini

Realisasi Terendah di Nunukan, Vaksinasi Covid-19 untuk Kelompok Lansia di Kaltara Baru 30 Persen

Vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lansia di Kaltara baru 30 persen, realisasi terendah di Nunukan.

TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Kegiatan vaksinasi lansia di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lansia di Kaltara baru 30 persen, realisasi terendah di Nunukan.

Dimulai sejak Maret lalu, tercatat baru sekitar 30,7 persen lansia atau 3,305 orang dari 10,771 sasaran yang telah melaksanakan vaksinasi.

Di mana per tanggal 10 Mei 2021, secara persentase Kabupaten Nunukan menjadi daerah terkecil yang telah melaksanakan vaksinasi bagi lansia.

Baca juga: Ada 700 Dosis Vaksin AstraZeneca di Kaltara, Dinkes Tunda Kegiatan Vaksinasi Untuk TNI

Baca juga: Program Vaksinasi Gotong Royong Dimulai setelah Lebaran, Inilah Jadwal, Tarif dan Vaksin Digunakan

Baca juga: Istri Bupati Kabupaten Tana Tidung Pantau Vaksinasi Covid-19 Guru PAUD, 86 Orang Masih Menunggu

Adapun yang terbesar ialah Bulungan disusul dengan Tarakan, Tana Tidung, dan Malinau.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy melalui rilis resmi progres perkembangan vaksinasi di Kaltara.

“Untuk di Kaltara ini memang baru sekitar 30 persen, dari sasarannya itu ada sekitar 10,771 lansia yang baru divaksin tahap pertama ada 3,305 orang lansia,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy, Senin (17/5/2021).

“Secara persentase, Kabupaten Nunukan yang terkecil dengan 1,1 persen. Untuk yang terbesar ada di Bulungan 72,1 persen, Tarakan 33,2 persen, Tana Tidung 21,3 persen, dan Malinau 8,5 persen,” tambahnya.

Menurut Agust, besarnya jumlah lansia yang telah divaksin di Bulungan dibandingkan dengan wilayah lainnya di Kaltara, disebabkan oleh wilayah Bulungan yang juga ibukota Kaltara menjadi pusat pelaksanaan vaksinasi lansia di tahap awal.

“Karena kemarin itu Tanjung Selor Ibukota Provinsi, yang menjadi wilayah awal vaksinasi bagi lansia, baru setelah itu diselenggarakan di kabupaten kota lain seperti Tarakan,” terangnya.

Pihaknya mengaku, masih rendahnya angka vaksinasi bagi lansia, dikarenakan kendala masih banyaknya lansia, yang tidak lolos saat tahapan skrining vaksinasi.

Di mana hal tersebut disebabkan oleh penyakit penyerta atau komorbid yang dimiliki oleh lansia.

“Karena banyak yang tidak lolos saat skrining, bisa jadi karena komorbid atau penyakit penyerta, sehingga belum bisa untuk divaksin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulungan Imam Sujono mengatakan, pihaknya masih terus melanjutkan program vaksinasi bagi lansia.

Baca juga: Bukan Tanpa Alasan, Ini Mengapa Vaksinasi Covid-19 Harus Disuntikkan Dua Kali

Baca juga: Dinkes Nunukan Beber Partisipasi Vaksinasi Pelayan Publik Belum 100 Persen, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Khusus Lansia Sudah Tutup, Suntik Vaksin Corona Sudah Dimulai Kemarin

Pihaknya mengaku memiliki banyak tantangan dan hambatan dalam vaksinasi bagi lansia, diantaranya masih banyak pihak keluarga lansia yang takut, dengan program vaksinasi Covid-19.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved