Breaking News:

Banjir Malinau

Malinau Dilanda Banjir Besar di Awal Masa Jabatan, Wempi W Mawa: Bersabar, Ini Ujian dari Tuhan

Belum genap sebulan setelah pemimpin baru Kabupaten Malinau dilantik, Bumi Intimung dilanda bencana banjir besar.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Bupati Malinau Wempi W Mawa saat meninjau lokasi banjir baru-baru ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Belum genap sebulan setelah pemimpin baru Kabupaten Malinau dilantik, Bumi Intimung dilanda bencana banjir besar.

Tepat 20 hari Wempi W Mawa dan Jakaria menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malinau periode 2021-2024, Pemimpin baru tersebut diuji dengan bencana banjir terbesar di Malinau dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKaltara.com, banjir besar terakhir menerjang Kabupaten Malinau sekira tahun 1997.

Baca juga: Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang, BMKG Keluarkan Peringatan Dini 4 Kecamatan di Malinau

Baca juga: Banjir Malinau Mereda, 2 Keluarga di Desa Long Bisai Masih Mengungsi, Rumah Hanyut Terseret Arus Air

Baca juga: Tinggi Air di Hulu Sungai Kayan Turun, BPBD Bulungan Sebut Perjalanan Air dari Malinau Bisa 4 Hari

Permukiman penduduk di pesisir sungai rusak parah. Korban banjir kehilangan harta benda. Ternak, perabotan rumah tangga, bahkan tak sedikit yang kehilangan kediaman karena ikut terseret arus banjir.

Wempi W Mawa mengatakan bencana yang terjadi pada hari Minggu lalu merupakan ujian dari Tuhan bagi seluruh masyarakat Malinau.

"Ini adalah ujian dari Tuhan kepada kami, kepada kita seluruh masyarakat Malinau. Syukur, sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Kita berdoa semoga tidak ada korban jiwa," ujarnya, Rabu (20/5/2021).

Pantauan TribunKaltara.com, sejak hari kejadian hingga hari ini, Bupati dan Wakil Bupati Malinau terus mengunjungi korban banjir di wilayah terdampak.

Rumah warga rusak parah diterjang banjir di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu sore (16/5/2021). (TribunKaltara.com / Mohamad Supri)
Rumah warga rusak parah diterjang banjir di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu sore (16/5/2021). (TribunKaltara.com / Mohamad Supri) (TribunKaltara.com / Mohamad Supri)

Bantuan untuk korban yang terdampak langsung bencana banjir akan diberikan berdasarkan hasil pendataan dampak banjir.

Saat ini pemerintah daerah melalui pemerintah Desa, RT dan Kecamatan sedang menginventarisir data korban terdampak secara berjenjang.

"Bantuan akan diprioritaskan lebih dulu untuk korban terdampak langsung, untuk korban yang kehilangan tempat tinggalnya. Khususnya di wilayah pesisir, karena akses ke wilayah cukup sulit," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved