Breaking News:

Banjir di Malinau

Banjir di Malinau, Pemukiman Warga Perbatasan RI-Malaysia Terendam, Jembatan Desa Apau Ping Putus

Banjir kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malinau pada hari ini, Kamis (20/5/2021) setelah banjir pertama pada hari minggu lalu.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO/Postingan Sosial Media Warga, Akun Facebook Djoseph
Banjir merendam permukiman warga di wilayah Perbatasan RI-Malaysia di Malinau. Mencakup dua kecamatan, yakni Kecamatan Bahau Hulu dan Kecamatan Pujungan, Kamis (20/5/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Banjir kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malinau pada hari ini, Kamis (20/5/2021) setelah banjir pertama pada hari minggu lalu.

Kali ini, banjir merendam permukiman warga di wilayah perbatasan RI-Malaysia. Mencakupi wilayah Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu.

Kapolres Malinau, AKBP Agus Nugraha mengatakan informasi yang diperolehnya, sejak dini hari tadi banjir menggenangi permukiman warga setempat.

"Sejak dini hari tadi, informasinya di wilayah Pujungan sedang terjadi banjir. Personel di wilayah tugas kami arahkan untuk membantu masyarakat," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Waspada Banjir, Warga Pantau Tinggi Air Sungai di Malinau Kota, Kepala Desa Paking: Air Naik 1 Meter

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKaltara.com, banjir merendam wilayah permukiman penduduk sejak dini hari.

Air Sungai Bahau diperkirakan naik pada tengah malam, sekira pukul 01:00 Wita di wilayah Kecamatan Bahau Hulu. Banjir menggenangi sejumlah desa meliputi Desa Long Berini, Long Alango dan Apau Ping.

Demikian halnya di Kecamatan Pujungan, Desa Long Pujungan turut terdampak luapan air luapan sungai. Permukiman warga tergenang hingga pagi hari ini.

Baca juga: Akhirnya Terkuak Alasan Densus 88 Polri Belum Dikerahkan ke Papua Meski KKB Sudah Dicap Teroris

"Masyarakat diminta waspada, termasuk di wilayah hilir. Potensi banjir di wilayah hulu, bisa saja berdampak di sekitar daerah Kota seperti banjir kemarin," ungkap Agus Nugraha.

Informasi dari BPBD Malinau, jembatan penghubung di Desa Apau Ping terputus akibat banjir. Sementara ini, banjir dikabarkan mulai surut kembali.

Baca juga: Hari Kedua Korban Hilang di Perairan Marungu, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Hujan deras selama sepekan dipercayai merupakan penyebab banjir merendam permukiman warga di pesisir muara Sungai Kayan tersebut.

Agus Nugraha mengimbau masyarakat untuk siaga menghadap kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Malinau.

"Khususnya di wilayah pesisir, petugas telah disiagakan menghadapi potensi banjir. Anggota kami termasuk dari TNI, BPBD siaga mengevakuasi jika hal ini diperlukan," katanya.

Banjir hari ini merupakan banjir ke dua yang terjafi di Kabupaten Malinau dalam waktu sepekan. Terhitung 4 hari sejak telah berlalu sejak banjir besar yang melanda wilayah Malinau pada minggu lalu (16/5/2021).

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved