Berita Daerah Terkini

Disdikbud Bontang Luncurkan Sida Pintar, Ijazah Sekolah Hilang atau Terbakar, Cepat Dibuatkan Baru

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang meluncurkan sistem penyimpanan ijazah berbasis IT.

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Saparudin Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Disdikbud Bontang 

TRIBUNKALTARA.COM, BONTANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang meluncurkan sistem penyimpanan ijazah berbasis IT.

Inovasi ini digagas demi mempermudah sekolah dan masyarakat dalam penyimpanan berkas ijazah secara online, yang dinamai Sida Pintar.

"Selain membantu arsip berkas sekolah, masyarakat juga mudah mengakses ijazahnya ketika terjadi kehilangan misalnya akibat ke hilangan," ungkap Saparudin Kabid Pendidikan Dasar, Disdikbud Bontang, Kamis (20/05/2021).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Berau Kamis 20 Mei 2021, BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir di Daerah Pesisir

Selama ini kasus yang kerap dialami masyarakat, khususnya mereka yang mengalami musibah kebakaran. Banyak yang kesulitan melakukan pengurusan berkas ijazah baru.

"Karena harus lampirkan banyak syarat. Jadi repot. Kalau aplikasi ini kan langsung diakses aja arsipnya ijazahnya di web yang kami sediakan," bebernya.

Mulai saat ini, Sida Pintar telah bisa diakses di http://sidapintar.bontangkota.go.id/admin/login dengan memasukkan kata sandi 'Disdik' serta melampirkan Nama dan data NIK dari siswa.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Penajam Paser Utrara Kamis 20 Mei 2021, Diprediksi Hujan pada Siang Hari

"Sudah bisa diakses namun hanya untuk beberapa sekolah sementara waktu," ungkapnya lagi.

Untuk sementara ini, beberapa arsip sekolah masih dalam tahap pengimputan data. Diusahakan dalam sebulan kedepan, seluruh data siswa yang lulusan 2019 dan 2020 lalu bisa terimput secara keseluruhan.

Saat ini baru ada 9 sekolah negeri yang datannya sudah diinput. Sisanya masih dalam tahap proses.

Baca juga: Hari Kedua Korban Hilang di Perairan Marungu, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

"Sistem ini hanya untuk lulusan dari 2019, tidak bisa dibawah itu. Jadi ini untuk antisipasi kedepanya. Jadi mulai dari sekarang kita rapikan arsip ijazah siswa," beber Saparudin.

Dari data Disdikbud, ada 6.000 berkas ijazah yang diproduksi setiap tahun diseluruh Sekolah Dasar dan SMP setiap tahunnya.

"Setiap tahun segitu. Kalau dibiarkan tanpa ada berkas pernyimpanan berbasis online. Pasti kita  keteteran nyimpan berkas sebanyak itu. Sebab kalau dikalkulasi setiap tahun terus bertambah," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved