Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Camat Batu Engau Sebut Jalan Rusak Akibat Dilewati Truk, Paulus: Kami akan Koordinasi Dengan Dishub

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Paser tengah melakukan peningkatan kualitas jalan di jalur poros antar Kecamatan yang menjadi keinginan masyarakat

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Paulus Margita, Camat Batu Engau saat menjelaskan terkait Peningkatan kualitas jalan berupa pengaspalan yang ada di wilayahnya te0atnya di Desa Pengguren Jaya, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA PASER - Saat ini Pemerintah Kabupaten Paser tengah melakukan peningkatan kualitas jalan di jalur poros antar Kecamatan yang menjadi keinginan masyarakat setempat agar segera dilakukan perbaikan dengan kondisi rusak parah.

Hal ini dikeluhkan oleh masyarakat Desa Kerang Dayo Kecamatan Batu Engau serta Desa Tanjung Aru Kecamatan Tanjung Harapan. Minggu (23/5/2021).

Pemerintah Kabupaten sementara ini masih melakukan perbaikan berupa pengerasan jalan (Teleford), hingga pengaspalan (Rigid).

Baca juga: Warga di Tujuh Kecamatan Perbatasan Nunukan Keluhkan Jalan Rusak, Ini Harapan DPRD

Baca juga: Gegara Jalan Rusak, Pertamina Alihkan Suplai Elpiji 3 Kg untuk Tanjung Selor ke SPPBE Samarinda

Tak hanya kendaraan bermotor maupun minibus yang lalu lalang, di jalur Poros antar Kecamatan tersebut juga digunakan oleh truk bermuatan kelapa sawit baik milik masyarakat maupun perusahaan.

Jika pengerjaan jalan telah rampung, nantinya Pemerintah Kecamatan bakal bekerjamasa dengan Dishub Paser untuk melakukan pengawasan terhadap truk bermuatan sawit, yang dinilai akan menimbulkan kerusakan jalan jika muatannya over kapasitas.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan penertipan terhadap kendaraan-kendaraan yang over dimensi (muatan) atau over load," kata Camat Batu Engau Paulus Margita.

Baca juga: Siapa Anco Jansen? Dirumorkan Gabung PSM Makassar, Beri Kode di Instagram, Patrich Wanggai Hengkang?

Andai itu dibiarkan lanjutnya, jalan yang telah dilakukan perbaikan bakal rusak kembali.

Batas Muatan Sumbu Terberat (MST) yang diperuntukkan di jalan tersebut sesuai aturan yang berlaku yaitu maksimal 8 ton, dengan ketinggian maksimap 4.200 Milimeter.

Camat Batu Engau mengatakan, jika selama ini pengawasan dari instansi terkait kurang tegas dalam menegakkan aturan.

"Terus terang, kalau saya katakan Kita kurang tegas menegakkan aturan, harusnya Kita tegas dan ini untuk keselamatan semua pihak," singgungnya.

Paulus tidak memampik adanya truk muatan kelapa sawit kelebihan muatan yang bebas lalu lalang.

"Banyak kita jumpai, kendaraan angkutan sawit itu melebih ketentuan kapasitas, over dimensi dengan menambah bak kayu (di truk)," terangnya.

Baca juga: BPBD Kabupaten Berau Masih Mendata Kerugian Pasca Banjir di 4 Kecamatan

Jika penegasan tidak dilakukan kepada kendaraan sawit yang over kapasitas, Ia menilai perbaikan jalan yang dilakukan terkesan percuma.

"Saya sudah sampaikan ke kepala Dishub, Perlu penegasan untuk penertiban bagi kendaraan yang over kapasitas, jika tidak ada ketegasan maka perbaikan jalan yang dilakukan Pemerintah terkesan percuma," sambungnya.

Kerusakan atau buruknya kualitas jalan lanjutnya, tidak menutup kemungkinan hak itu imbas dari truk muatan kepala sawit yang over kapasitas.

Paulus meminta peranan aktif semua pihak, khususnya Kepala Desa untuk aktif melakukan pengawasan.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved