Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Penduduk Malinau Didominasi Usia Produktif, Ini Kata Kepala BPS

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau, Supriyanto menjelaskan pentingnya peran data statistik dalam pembangunan daerah.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Kepala BPS Malinau, Supriyanto saat ditemui di Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau, Supriyanto menjelaskan pentingnya peran data statistik dalam pembangunan daerah.

BPS merupakan badan pemerintahan yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik.

Supriyanto mengatakan, sebagai institusi penyedia data di Kabupaten Malinau, data statistik dijadikan acuan pemerintah dalam menentukan sasaran pembangunan.

Baca juga: Benarkah Kemiskinan di Malinau Turun Selama Pandemi Covid-19? Kepala BPS Malinau Beri Penjelasan

"Akan menjadi sulit merencanakan pembangunan tanpa data. Tanpa data tidak ada ukuran dan akan sulit menentukan dan merencanakan sasaran pembangunan," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Minggu (23/5/2021).

Sebagai contoh terkait struktur kependudukan. Data hasil sensus penduduk dijadikan acuan pembangunan. Semakin besar penduduk usia produktif, maka semakin besar modal pembangunan daerah.

Baca juga: Data Terbaru BPS, Jumlah Penduduk Indonesia Bertambah 32 Juta Jiwa, Kalimantan Utara Paling Sedikit

Berdasarkan data BPS Malinau tahun 2020, mayoritas penduduk di Kabupaten Malinau didominasi oleh generasi Z yakni 31,45 persen dari jumlah populasi penduduk.

Disusul generasi Mililenial, 28,45 persen dari total populasi penduduk. Data tahun 2020, penduduk di Kabupaten Malinau berjumlah 82.510 jiwa.

Struktur penduduk dikatakan Supriyanto sebagai modal dan potensi pembangunan. Berdasarkan data jumlab penduduk usia produktif, pemerintah dapat mencanangkan sasaran pembangunan sesuai SDM yang ada.

"Ada pepatah mengatakan data itu mahal, tapi jauh lebih mahal membangun tanpa data. Ini salah satu peran BPS, menyajikan data agar pembangunan terarah," ucapnya.

Implementasinya, saat ini BPS Malinau telah menggagas program desa cinta statistik atau Desa Cantik untuk desa-desa di Kabupaten Malinau.

Baca juga:

Baca juga: Benarkah Kemiskinan di Malinau Turun Selama Pandemi Covid-19? Kepala BPS Malinau Beri Penjelasan

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved