Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Gegara Malaysia Lockdown, TKW ini Kembali ke Indonesia Secara Ilegal, Paspor Ditahan Perusahaan

Gegara Malaysia lockdown, TKW ini kembali ke Indonesia secara ilegal, paspor ditahan perusahaan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Maria Surat (43), seorang TKW dari Lahad Datu, Malaysia. Saat ditemui di Rusunawa Nunukan, Senin (24/05/2021), sore. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Gegara Malaysia lockdown, TKW ini kembali ke Indonesia secara ilegal, paspor ditahan perusahaan.

Hingga kini pemerintah Malaysia masih menerapkan kebijakan lockdown akibat wabah Covid-19.

Hal itu membuat tak sedikit Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah selesai masa kontrak kerjanya, ataupun Warga Negara Indonesia (WNI) stranded yang kesulitan untuk kembali ke tanah air.

Baca juga: Jelang Perayaan Hari Raya Waisak, Umat Buddha di Nunukan Gelar Baksos & Lepaskan 100 Ekor Ikan Lele

Baca juga: Perayaan Trisuci Waisak 2021 di Nunukan, Roby Gunawinata: Umat Dibatasi 30 Persen Kapasitas Vihara

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Nunukan Beber PPDB Serentak 21 Juni, Simak 4 Jalur yang Boleh Digunakan

Hal itu dialami oleh Maria Surat (43). TKW dari Lahad Datu, Malaysia itu merupakan WNI asal Kabupaten Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ditemui di lokasi karantina, tepatnya Rusunawa Nunukan, Maria Surat mengatakan, selama 7 tahun ia merantau bersama sang suami hingga melahirkan anak bungsunya Medelin yang juga berusia 7 tahun.

Ia dan sang suami terpaksa memutuskan berhenti dari pekerjaan mereka sebagai buruh kelapa sawit, lantaran perusahaan tak memberikan izin untuk cuti.

Sehingga pasangan suami istri (Pasutri) itu diberhentikan sepihak dan paspor mereka tidak diberikan oleh perusahaan.

"Saya dan suami masuk ke Malaysia pakai paspor. Hanya saja pas kami minta cuti untuk pulang kampung kasi sekolah Medelin (anak bungsu), perusahaan tidak izinkan. Jadi mereka berhentikan kami. Lalu paspor kami ditahan. Pakaian saja yang diizinkan untuk kami bawa," kata Maria Surat kepada TribunKaltara.com, Senin (24/05/2021), pukul 18.30 Wita.

Ibu empat anak itu, mengaku membayar calo hingga RM2 ribu lebih agar ia dan suami serta satu anaknya bisa kembali ke Indonesia.

Mereka diarahkan oleh calo kembali ke tanah air melalui jalur 'tikus' alias ilegal, yang ada di Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved