Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Kisah Pekerja Migran Indonesia Pulang Lewat Jalur Tikus, TKW dari Malaysia Akui Bayar Calo Demi ini

Kisah Pekerja Migran Indonesia pulang lewat jalur tikus, TKW dari Malaysia akui bayar calo demi ini.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Sisilia Kewa Ola (55), seorang TKW dari Sabah, Malaysia. Saat ditemui di Rusunawa Nunukan, Senin (24/05/2021), sore. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kisah Pekerja Migran Indonesia pulang lewat jalur tikus, TKW dari Malaysia akui bayar calo demi ini.

Sisilia Kewa Ola (55), seorang TKW dari Sabah, Malaysia. Ia nekat pulang ke tanah air melalui jalur 'tikus' alias ilegal yang ada di Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Sabtu (22/05/2021), lalu.

Ibu tiga anak itu merupakan warga Indonesia yang berasal dari Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Asal Sulsel Meninggal, Masuk Nunukan Lewat Jalur Tikus

Baca juga: Tiba di Nunukan, Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural Tes Rapid Antingen, 1 Orang Positif Covid

Baca juga: Pura-pura Tanya Alamat, Eks Pekerja Migran Indonesia Jambret Kalung Emas Wanita di Nunukan

Saat ditemui di lokasi karantina, Rusunawa Nunukan, wanita yang akrab disapa Sisilia itu didapati sedang video call bersama keluarganya di NTT, sembari duduk di atas ranjang dan menangis tersedu-sedu.

Tampak dari kedua matanya, wanita itu seperti menanggung beban dan kesedihan yang cukup berat.

"Saya berusaha pulang kampung (NTT) ini untuk buat kuburan suami, 2 anak, dan 1 cucu saya. Mereka tertimbun lumpur dan batu pada bencana NTT April lalu," kata Sisilia kepada TribunKaltara.com, sembari mengusap air matanya, Senin (24/05/2021), sore.

Sekadar diketahui, banjir bandang serta tanah longsor akibat siklon tropis seroja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi NTT, pada Minggu (04/04/2021).

Akibat bencana itu, ratusan orang meninggal dunia dan kehilangan tempat tinggal, puluhan orang hilang dan mengalami luka-luka.

Sisilia mengatakan, awalnya ia berencana untuk pulang kampung pada 16 April lalu. Namun, akibat Malaysia masih lakukan lockdown lantaran pandemi Covid-19. Membuat pembantu rumah tangga itu, terpaksa menunda rencananya.

Hingga pada akhirnya, Sisilia menemukan cara kembali ke tanah air meskipun ilegal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved