Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Kisah Pekerja Migran Indonesia Pulang Lewat Jalur Tikus, TKW dari Malaysia Akui Bayar Calo Demi ini

Kisah Pekerja Migran Indonesia pulang lewat jalur tikus, TKW dari Malaysia akui bayar calo demi ini.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Sisilia Kewa Ola (55), seorang TKW dari Sabah, Malaysia. Saat ditemui di Rusunawa Nunukan, Senin (24/05/2021), sore. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

"Saya sudah 5 tahun kerja jadi pembantu rumah tangga di Papar, Sabah Malaysia. Saya minta izin sekaligus berhenti ke majikan untuk pulang kampung. Paspor sayapun dikasi juga. Saya diurus sama calo, kebetulan dia orang NTT juga, jadi saya bayar sama dia RM1.100. Itu uang kapal dari Malaysia dan lainnya. Daripada saya tidak bisa pulang. Kalau rapid Antigen kemarin gratis," ucapnya.

Sisilia mengaku, saat masuk Malaysia ia bersama anaknya dan suaminya yang kini sudah tiada lagi.

Namun, pada 2018 ia dan suami termasuk anaknya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di NTT.

"Kami masuk Malaysia pakai paspor. Suami saya dulu jaga kebun orang di Malaysia. Tapi tahun 2018 kami pulang kampung. Suami dan anak saya menetap di kampung, kasi sekolah anak saya. Sementara, saya kembali ke Malaysia sendiri untuk lanjut kerja," ujarnya.

Malangnya, pada April lalu, Sisilia mendengar kabar bahwa sang suami, dua anak dan satu cucunya menjadi korban bencana alam.

Seakan hidup tak berarti lagi bagi Sisilia. Sehingga ia memutuskan tidak akan merantau ke negeri Malaysia lagi.

"Anak saya tinggal 1 di Batam sudah berkeluarga. Saya tidak akan kembali ke Malaysia karena tinggal saya sendiri. Biarlah menetap di kampung. Jadi malam bencana itu saya belum dapat kabar. Pagi hari baru adiknya suami saya telepon bilang anak saya dan suami tidak ada sudah. Rumah rata dengan tanah," tuturnya.

Lanjut Sisilia,"Jenazah anak bungsu saya yang didapat pertama, lalu nyusul suami saya, cucu saya, baru anak kedua yang 3 hari baru didapat jenazahnya," ungkapnya.

Sisilia menuturkan, ia hanya berbekal pakaian dan uang transportasi yang diberikan majikan.

Baca juga: Dipukul Suami, Wanita Pekerja Migran Indonesia Kabur dari Malaysia Bawa Anak Usia 3 Tahun

Baca juga: Ingin Lihat Jenazah Sang Istri, Pekerja Migran Indonesia Asal Sulbar Ini Ditahan Imigrasi Nunukan

Baca juga: 67 Pekerja Migran Indonesia & 5 WNI Pelancong dari Malaysia Ikuti Karantina 5 Hari di Nunukan

Sementara, gajinya yang ia peroleh RM800 tiap bulan sudah ia transfer kepada anaknya di kampung untuk kebutuhan sekolah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved