Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang Sebut tak Layak, Lokasi Kota Baru Mandiri Tanjung Selor Dipindah?

Lokasi Kota Baru Mandiri ( KBM) Tanjung Selor dipindah? Ini jawaban Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Lokasi Kota Baru Mandiri ( KBM) Tanjung Selor dipindah? Ini jawaban Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.

Setelah melakukan peninjauan di lokasi pembangunan Kota Baru Mandiri atau KBM Tanjung Selor pada Jumat lalu.

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyatakan lokasi KBM di wilayah Gunung Seriang, Tanjung Selor tidaklah layak.

Baca juga: Bangun Kota Baru Mandiri, Tim Kemendagri Datangi Kaltara, Ini Respon Gubernur Zainal Arifin Paliwang

Baca juga: Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri dan Bahas DOB Tanjung Selor, Tim Kemendagri Datangi Kaltara

Baca juga: Resmikan & Letakan Batu Pertama Gedung Dewan, Gubernur Kaltara Zainal Paliwang Sebut 2022 Siap Pakai

Menurut orang nomor satu di Kaltara ini, wilayah rawa dan gambut di lokasi KBM Tanjung Selor, tidak layak untuk dibangun gedung-gedung pemerintahan dan perkantoran.

Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui usai acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung DPRD Kaltara, di Jalan Poros Berau Bulungan Km 4, Senin (24/5/2021).

"Kita masih mengkaji, kalau yang dulu mengkaji bilang layak, silakan tanyakan yang dulu. Kalau saya bilang ini tidak layak, karena kita di Kaltara banyak tanah-tanah yang siap bangun, kenapa harus dibangun di sana," ujar Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang.

"Karena gambut tidak boleh untuk bangun gedung-gedung, karena gambut itu resapan air, itu tidak layak untuk gedung karena kita tidak tahu kedalamannya berapa. Kalau mau coba turun ke sana, silakan saja coba, itu dalam, bisa tenggelam," katanya.

Menurut Gubernur Zainal, apabila hendak membangun gedung di lokasi eksisting KBM Tanjung Selor, maka perlu dilakukan pemadatan tanah, dan pembuangan lumpur.

Di mana tanah yang diperlukan untuk penimbunan didatangkan dari bukit dan gunung yang ada di Kaltara, Gubernur Zainal merasa kedua hal tersebut sangat membuang banyak waktu dan biaya.

"Kalau lumpur, itu semua harus dibuang dulu, lalu harus ditimbun dipadatkan. Berapa banyak bukit lahan dan gunung yang harus dihabiskan untuk memadatkan lahan? Itu pemborosan anggaran dan pemborosan waktu, padahal kita harus berlari," katanya.

Baca juga: Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan Kompak Perbolehkan Salat Idul Fitri Berjamaah, Asalkan ini

Baca juga: Wakil Gubernur Kaltara Yansen Yakin, Wempi Jadikan Malinau Role Model Pemerintahan Desa Mandiri

Baca juga: Peringati Hari Buruh, Massa Aliansi Parlemen Jalanan Datangi Kantor Gubernur Kaltara, Tuntut ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved