Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Pengaruhi Air Bersih, Masyarakat Adat Minta Pemerintah Seriusi Isu Kerusakan Lingkungan di Malinau

Pengaruhi air bersih, masyarakat adat minta pemerintah seriusi isu kerusakan lingkungan di Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Sejumlah perwakilan masyarakat menghadiri Konsultasi publik rancangan awal RPJMD 2021-2026 di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (25/5/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pengaruhi air bersih, masyarakat adat minta pemerintah seriusi isu kerusakan lingkungan di Malinau.

Kerusakan hutan dan lingkungan di Kabupaten Malinau dinilai berpengaruh besat terhadap persediaan air bersih di Kabupaten Malinau.

Karenanya, dalam memyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), Pemerintah diminta untuk serius menangani permasalahan lingkungan di Malinau.

Baca juga: Penerimaan CANS 2021, Kabupaten Malinau Dapat Kuota 290 PPPK dan 4 CPNS

Baca juga: Peringatan Dini BMKG 25 Mei 2021, Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang di Malinau Sore dan Malam 

Baca juga: Patrich Wanggai Hengkang ke RANS Cilegon FC, Bos PSM Buka Suara Soal Persiapan Jelang Liga 1

Hal tersebut disampaikan Pengurus Forum Musyawarah Masyarakat Adat (FoMMA) Taman Nasional Kayan Mentarang Kabupaten Malinau, Paul Belapang.

Dalam konsultasi publik rencana awal RPJMD 2021-2026 Malinau, Paul Belapang menyampaikan permasalahan lingkungan dan hutan sangat berdampak pada persediaan air bersih di Malinau.

"Kalau lingkungan, hutan kita baik, maka persediaan air pun akan baik. Salah satu masalah di Kabupaten Malinau adalah terkait persediaan air bersih," ujarnya, Selasa (25/5/2021).

Paul Belapang yang juga merupakan Ketua Adat Dayak Lun Dayeh Malinau mengusulkan permasalahan lingkungan hidup harus mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Seperti halnya kejadian bencana banjir yang terjadi pada pekan lalu. Selain curah hujan tinggi, serapan air di wilayah hutan diduga terhambat karena dampak kerusakan hutan.

"Kalau sekarang, hujan sebentar, sungai jadi keruh. Pemerintah harus prioritaskan sumber air bersih bagi masyarakat di Malinau," katanya.

Selain itu, FoMMA turut menyoal terkait kejelasan status kawasan di wilayah masyarakat adat Kabupaten Malinau.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved