Berita Nasional Terkini

Hakim Jatuhkan Vonis Lebih Ringan ke Habib Rizieq, Soal Kerumunan di Markaz Syariah Megamendung

Hakim jatuhkan vonis lebih ringan ke Habib Rizieq, soal kerumunan di Markaz Syariah Megamendung, Jawa Barat.

Tribunnews/Jeprima
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNKALTARA.COM - Hakim jatuhkan vonis lebih ringan ke Habib Rizieq, soal kerumunan di Markaz Syariah Megamendung, Jawa Barat.

Eks Imam Besar FPI, Habib Rizieq alias Rizieq Shihab resmi dijatuhi vonis terkait kerumunan di Markaz Syariah Megamendung Jawa Barat.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhi vonis lebih ringan dari dakwaan ke Habib Rizieq.

Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut Habib Rizieq dipenjara 10 bulan dengan denda Rp50 juta subsider 3 bulan.

Namun Majelis hakim hanya menjatuhi vonis pidana hukuman denda sebesar Rp20 juta subsider 5 bulan penjara jika tidak dibayarkan.

Vonis yang lebih ringan kepada Habib Rizieq ini bukan tanpa alasan.

hakim mengatakan terdapat diskriminasi dalam penerapan hukum pelanggaran protokol kesehatan terhadap terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan massa di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Pernyataan itu diungkapkan Majelis hakim saat membacakan putusan atau vonis terhadap eks Imam Besar FPI itu di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021).

Bermula saat majelis hakim menyatakan pertimbangannya kalau upaya penjeraan dan ketika ketertiban telah kembali terjaga maka penjatuhan sanksi pidana badan sebagai ultimum remedium tidak diperlukan lagi.

Majelis hakim mengatakan hal tersebut, usai melihat adanya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di berbagai wilayah, satgas Covid-19 telah menjatuhkan sanksi administratif dan sosial yang lebih humanis.

Sebab katanya, tiada seorang pun yang berniat untuk tidak mematuhi aturan pemerintah berkenaan dengan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Jenderal TNI Disindir Habib Rizieq, Eks Imam Besar FPI Sebut Pangdam Jaya Tak Punya Nyali

"Telah terjadi ketimpangan perlakuan atau diskriminasi yang seharusnya tidak terjadi dalam NKRI yang mengagungkan negara hukum bukan negara kekuasaan," kata majelis hakim saat membacakan putusan.

Bahkan hakim menilai, kalau adanya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi belakangan ini karena masyarakat sudah jenuh terhadap kondisi pandemi Covid-19.

"Telah terjadi pengabaian protokol kesehatan oleh masyarakat itu sendiri karena kejenuhan terhadap kondisi pandemi ini dan juga ada pembedaan perlakuan di antara masyarakat satu sama lain," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved