Selasa, 21 April 2026

Berita Nasional Terkini

Heboh SMS Peringatan Dini Tsunami dan Gempa Magnitudo 8.5, Kepala BMKG Tegaskan Hal Ini

Lebih lanjut Kepala BMKG, Daryono mengatakan jika pesan yang beredar pagi tadi bukanlah prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Penulis: Titik Wahyuningsih | Editor: Amiruddin
TRIBUNBATAM
Ilustrasi Gempa. Kamis (27/5/2021) beredar SMS Peringatan Dini Tsunami dari BMKG. 

TRIBUNKALTARA.COM – Jagat dunia maya dihebohkan dengan beredarnya pesan singkat yang mengatasnamakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pesan singkat yang kini menjadi perbincangan warganet itu berisi tentang peringatan dini tsunami dan ancaman gempa berkekuatan magnitudo 8.5.

Sejumlah masyarakat yang menerima SMS dari Kominfo BMKG pada Kamis (27/5/2021) pagi itu pun lantas beramai-ramai mengunggah pesan tersebut ke media sosial seperti Twitter.

Baca juga: Viral SMS Peringatan Dini Gempa M 8,5 dan Tsunami, Trending di Twitter, BMKG Buru-buru Klarifikasi

Baca juga: Gempa Blitar M 6,2, Getaran Terasa hingga Surabaya dan Bali, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Cerita Warga Diguncang Gempa Nias M 7.2, BMKG: Tak Boleh Diabaikan Meski Tidak Berpotensi Tsunami

Alhasil, kata penelusuran BMKG pun menduduki jajaran trending topic di Twitter hari ini.

Peringatan Dini Tsunami di JATIM, NTB, BALI, NTT, JATENG,

Gempa Mag: 8.5, 04-Jun-21 10:14:45 WIB,

Lok: 10.50 LS, 114.80BT, Kdlmn: 10 Km::BMKG.” bunyi pesan singkat itu.

Selang beberapa menit kemudian muncul pesan baru dari Kominfo BMKG yang menyampaikan permohonan maaf terkait pesan sebelumnya.

Mohon maaf terjadi kesalahan system pengiriman TEST—Peringatan Dini Tsunai di JATIM, NTB, BALI, NTT, JATENG,...::BMKG.

SMS Peringatan Dini Tsunami dari BMKG
SMS Peringatan Dini Tsunami dari BMKG (Twitter @ffebeh)

Namun pesan peringatan dini tsunami tersebut sudah terlanjur tersebar dan menjadi perbincangan warganet di media sosial.

Menanggapi hal itu, Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengklarifikasi jika pihaknya tidak mengeluarkan peringatan tersebut.

Hal itu disampaikannya melalui akun Twitter pribadinya di @DaryonoBMKG.

“Secara ofisial BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami. Permasalahan sedang diinvestigasi,” tulisnya.

Dalam cuitannya, Daryono menambahkan bahwa berdasarkan hasil monitoring, wilayah Tanah Air sedang tidak terjadi gempa sebagaimana yang tersebar dalam pesan singkat tersebut.

“Masyarakat diimbau agar tetap tenang, karena saat ini hasil monitoring  BMKG tidak sedang terjadi gempa M8,5 di wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Daryono mengatakan jika pesan yang beredar pagi tadi bukanlah prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Hal itu dikarenakan belum ada teknologi yang mampu memprediksi terjadinya gempa di masa yang akan datang.

“Informasi yang tersebar via SMS blast Gempa M8,5 tadi bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat," tulisnya.

"Hingga saat ini belum ada satu pun teknologi yang mampu memprediksi gempa dengan tepat dan akurat, kapan, dimana dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi,” tandas Daryono.

Kepala BMKG pun memastikan Pusat Gempa Nasional/InaTEWS BMKG Jakarta saat ini dalam kondisi aman.

Selain itu masyarakat juga diimbau agar tidak panik dan terprovokasi dengan SMS Peringatan Dini Tsunami yang diakibatkan oleh kesalahan sistem.

Baca juga: Gempa 4,0 SR Guncang Tanjung Selor Kaltara Sabtu 8 Mei 2021 Pagi Ini, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Gempa M 5,6 Guncang Sukabumi, Terasa hingga Bandung dan Jakarta, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Daftar Daerah Terdampak & Foto Gempa Malang 6,7 SR, Dirasakan di Pulau Jawa Hingga Bali, Tsunami?

(*)

(TribunKaltara.com/ Titik Wahyuningsih)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved