Berita Daerah Terkini

Kronologi Pasutri di Kubar Nekat Palsukan Dokumen Rapid Test Antigen Covid-19, Apa Keuntungannya?

Kronologi pasutri di Kubar nekat palsukan dokumen rapid test antigen Covid-19, apa keuntungannya?

istimewa
Dua tersangka pemalsuan dokumen rapid tes antigen saat diamankan di Mapolres Kutai Barat. 

TRIBUNKALTARA.COM, SENDAWAR  - Kronologi pasutri di Kubar nekat palsukan dokumen rapid test antigen Covid-19, apa keuntungannya?

Pasangan suami istri ( Pasutri) di Kutai Barat diamankan Satreskrim Polres Kutai Barat setelah keyahuan kompak melakukan pemalsuan dokumen hasil rapid tes antigen Covid-19

Pasutri tersebut diketahui berinisial RT (31) dan MP (29) warga yang tinggal di Kecamatan Long Apari.

Kapolres Kutai Barat AKBP Irwan Yuli Prasetyo membeberkan kronologi penangkapan terhadap pelaku pemalsuan hasil rapid test antigen itu bermula dari laporan masyarakat. 

Baca juga: Pasca Peniadaan Mudik, Layanan Rapid Antigen Ramai Didatangi Calon Penumpang, Berikut Lokasinya 

Baca juga: Screening Penumpang Arus Balik Cegah Penularan Corona, KKP Tarakan Siapkan 1.000 Stick Rapid Antigen

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Penumpang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor Lakukan Tes Rapid Antigen

Jajaran Satreskrim Polres Kutai Barat berhasil membongkar kasus tindak pidana pemalsuan dokumen surat hasil laboratorium rapit tes antigen Covid-19 di wilayah Kutai Barat. 
Jajaran Satreskrim Polres Kutai Barat berhasil membongkar kasus tindak pidana pemalsuan dokumen surat hasil laboratorium rapit tes antigen Covid-19 di wilayah Kutai Barat.  (istimewa)

 

Dimana pelaku menjiplak nama salah satu klinik yang ada di Kecamatan Melak, Kutai Barat. Pelaku membuat dokumen palsu tersebut dibuat semirip mungkin sehingga tampam meyakinkan. 

Keduanya ditangkap petugas pada 28 Mei 2021 lalu di Pelabuhan Tering, Kampung Tering Seberang, Kecamatan Tering. 

" Mereka menggunakan hasil rapid antigen yang telah di scan tadi untuk bepergian di Mahulu. Sebelum itu mereka memang melakuan tes antigen kemudian haslnya di scan," ungkap AKBP Irwan Yuli Prasetyo, Senin (31/5).

Sebelumnya, kedua tersangka menjalani rapid antigen Covid-19 di salah satu klinik di Melak, kemudian dokumen hasil rapid antigen tersebut sengaja diperbanyak oleh pelaku dengan  maksud untuk digunakan lagi saat bepergian. 

Sementara itu, kedua tersangka mengaku alasan mereka melakukan pemalsuan dokumen rapid tes antigen Covid-19 itu lantaran tak ingin mengantri terlalu lama saat menjalani pemerinksaan swab antigen. 

"Sebenarnya hanya untuk mempercepat saja soalnya kalau kita antri sampai 1 jam 2 jam," ujar RT salah satu tersangka. 

Dalam kasus tersebut, petugas menyita barang bukti dari pelaku berupa dokumen palsu, 1 unit Laptop Merk Predaktor, Hp  Iphone, Handphone Samsung Note 10 dan Samsung A70.

Baca juga: Puskesmas Balikpapan Pasok Rapid Antigen, Antisipasi Lonjakan Pemeriksaan Covid-19 Pasca Lebaran 

Baca juga: Pelaku Perjalanan Masuk Kabupaten Malinau Harus Tunjukkan Hasil Rapid Antigen Negatif

Keduanya kini sudah mendekam di balik jeruji besi sel tahanan Polres Kutai Barat
Kapolres juga menegaskan kepada seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Kutai Barat dan Mahulu agar tidak coba-coba menggunakan pemalsuan surat tes rapid antigen.

"Semoga tidak terulang lagi. Kasian kepada keluarga dan masyarakat lainnya apabila terpapar dan ternyata positif jika tidak melakukan rapid antigen asli.

Dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap mengedepankan peraturan Protokol Kesehatan yang ada," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved