Breaking News:

Kecelakaan Speedboat Nunukan

SB Ryan Terbalik 6 Korban Tewas, Bagaimana Ketentuan Speedboat Non Reguler, Ini Kata Dishub Kaltara

Speedboat (SB) Ryan terbalik 6 korban tewas. Bagaimana ketentuan speedboat non reguler beroperasi, ini penjelasan Dishub Kaltara.

DOKUMENTASI WARGA
Kondisi penumpang speedboat yang dirilis dalam grup koordinasi media dan SAR Tarakan. DOKUMENTASI WARGA 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Speedboat (SB) Ryan terbalik 6 korban meninggal. Bagaimana ketentuan speedboat non reguler beroperasi, ini penjelasan Dishub Kaltara.

Speedboat non-reguler menjadi sorotan, setelah terjadinya kecelakaan speedboat Ryan pada Senin lalu di perairan Sembakung, Nunukan.

Ditanyakan mengenai ketentuan speedboat non-reguler, Kabid Perhubungan Laut, Dishub Kaltara, Datu Iman Suramanggala menjelaskan bila speedboat non-reguler tidak memiliki izin trayek dan pelayaran.

Baca juga: Kecelakaan SB Ryan di Nunukan, Dishub Kaltara Belum Bisa Larang Operasional Speedboat Non Reguler

Baca juga: Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris Buka Peluang Dibentuknya Pansus Kecelakaan Speedboat di Nunukan

Baca juga: Speedboat Ryan Terbalik Tewaskan Warga di Nunukan, Dishub Kaltara Sebut Sudah Komunikasi Dengan KNKT

Jahra, korban speedboat terbalik di perairan sungai Sembakung ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (08/06/2021), pukul 12.00 Wita. (HO/ Basarnas Tarakan)
Jahra, korban speedboat terbalik di perairan sungai Sembakung ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (08/06/2021), pukul 12.00 Wita. (HO/ Basarnas Tarakan) (HO/ Basarnas Tarakan)

Melainkan hanya ada izin kelayakan berlaut, yang terdapat dalam Pas Laut, yang dikeluarkan oleh pihak KSOP Tarakan.

"Begini, kalau izin trayek tidak ada, kalau izin pelayaran tidak ada, yang ada itu bukan izin pelayaran tapi kelayakan berlaut, kan ada pas laut coba tanya ke KSOP," ujar Kabid Perhubungan Laut, Dishub Kaltara, Datu Iman Suramanggala, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, speedboat non-reguler hanya diperuntuka untuk angkutan barang dan charter, dengan kapasitas penumpang maksimal empat orang.

Sehingga apa yang terjadi oleh speedboat Ryan yang mengangkut 30 penumpang dan muatan barang yang penuh, masuk dalam kategori pelanggaran.

"Kalau izinnya itu, barang dan charteran, kalau kita lihat Pas Kecil-nya hanya untuk 4 orang dan barang, kan begitu bahasanya," jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak dapat menghentikan opersional speedboat non-reguler sebab bukan ranah Dishub Kaltara, baik untuk memberikan izin opersional maupun melakukan penindakan dan penertiban.

"Itukan di luar tanggung jawab kami, karena tidak semua itu kewenangan kami," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: M Purnomo Susanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved