Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Jurnal Ilmiah Megawati Disindir di Twitter, Gelar Profesor Kehormatan Bos PDIP Ikut Disorot

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disindir di Twitter, hingga rencana pemberian gelar profesor kehormatan dari Unhan juga ikut disorot.

Editor: Cornel Dimas Satrio
Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews dan Twitter
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri disorot jelang mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Unhan, gegara beredar jurnal ilmiahnya di Twitter, Selasa (8/6/2021). (Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews dan Twitter) 

Karena itu, mereka telah memberikan rekomendasi akademik atas kuatnya karakter kepemimpinan Megawati.

Menurutnya, sejumlah Guru Besar itu sebagai promotor Megawati menjadi Profesor Kehormatan.

Beberapa guru besar dari dalam negeri yang memberikan rekomendasi akademik berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri papan atas.

"Sedangkan Guru besar dari luar negeri berasal dari Jepang, Cina, Korea Selatan dan Perancis," katanya.

Baca juga: Orang Dalam PDIP Bantah Internal Memanas Jelang Pilpres 2024, Tegaskan Ganjar Kadernya Megawati

Dibela PDIP

Terpisah, PDIP membela keputusan Unhan yang menganugerahkan gelar profesor kehormatan untuk Megawati.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP bangga atas rencana penganugerahan gelar kehormatan tersebut.

Menurut Hasto Kristiyanto, Unhan memberikan gelar tersebut kepada Megawati karena telah melihat rekam jejak Ketua Umum PDIP tersebut sejak lama.

"Kami meyakini rencana Unhan memberi gelar profesor kehormatan kepada Ibu Megawati tidaklah mendadak tapi telah melakukan kajian sejak lama, termasuk berbagai karya ilmiah dan pidato Ibu Megawati baik di dalam maupun di luar negeri," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021) mengutip Kompas.com.

Hasto Kristiyanto menyebut, dengan gelar profesor kehormatan, Megawati diakui mampu membawa Indonesia keluar dari krisis multidimensi serta mendapat pengakuan dari dalam dan luar negeri.

Menurutnya kepemimpinan Megawati sangat kuat dan penuh tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (Kompas / Alif Ichwan)
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (Kompas / Alif Ichwan) (Kompas / Alif Ichwan)

Baca juga: Soal Skenario Presiden 3 Periode, Megawati Sindir Amien Rais, Sebut Yang Ngomong Itu Sebenarnya Mau

"Kepemimpinan Bu Mega juga menghadirkan rekonsiliasi nasional, tidak ada dendam terhadap masa lalu, dan melarang untuk menghujat Pak Harto karena kesadaran pentingnya melihat masa depan," ujar Hasto Kristiyanto.

Pemerintahan Megawati, lanjut Hasto Kristiyanto, telah melahirkan sejumlah lembaga/institusi negara, antara lain Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Ibu Megawati telah meletakkan pondasi yang kuat bagi tata negara dan tata pemerintahan dengan tradisi demokrasi yang baik. Pemilu di bawah kepemimpinan beliau, anggaran sangat efektif dan dikenal sangat demokratis," kata Sekjend PDIP ini.

Rekam jejak kepemimpinan Megawati dianggap sangat kuat, mulai dari menjadi anggota DPR, wakil presiden, hingga akhirnya menjadi perempuan pertama yang menjadi presiden di Indonesia.

Tak hanya itu, Hasto menyebut Megawati sering diundang di forum-forum internasional untuk menjadi pembicara kunci.

"Kehadiran beliau di forum internasional dan gelar doktor kehormatan yang diberi merupakan bukti pengakuan akademik dalam kepemimpinan strategik," tuturnya.

(*)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved