Breaking News:

Kesehatan

Agrovaria Lovepink: Sadari Bersama! 98 Persen Penderita Kanker Payudara Bisa Sembuh, Ini Caranya

Kanker payudara menjadi momok tidak hanya bagi wanita namun laki-laki juga berpotensi terserang penyakit yang sama. Cegah dini kanker dengan 'Sadari'.

Editor: Sumarsono
HO/ASTRAAGRO
Agrovaria Lovepink yang diselenggarakan Astra Agro bekerjasama dengan Lovepink pada Selasa (8/6/2021) menghadirkan pembicara Nevyta Febrain Sari, dari Yayasan Dara Daya Indonesia. 

TRIBUNKALTARA.COM - Kanker payudara memang menjadi momok tidak hanya bagi wanita namun pada laki-laki juga berpotensi terserang penyakit yang sama.

Namun potensi itu dapat dicegah dengan mengetahui gejala-gejala kanker payudara sedini mungkin.

“Pentingnya kita melakukan deteksi dini, semakin cepat gejala terdeteksi, semakin besar peluang kanker payudara dapat disembuhkan.

Sementara hanya 27 persen penderita sembuh jika sudah stadium lanjut,” ungkap Nevyta Febrain Sari, pembicara dari Yayasan Dara Daya Indonesia dalam Agrovaria Lovepink yang diselenggarakan Astra Agro bekerjasama dengan Lovepink pada Selasa (8/6/2021) untuk area Kalimantan Timur.

Baca juga: Ketua IDI Kaltara Sebut Angka Kejadian Kanker di Kaltara Meningkat, dr Franky Beri Saran Pencegahan

Ia menambahkan bahwa masyarakat harus semakin aware terhadap kanker payudara, karena sampai saat ini penyebab kanker payudara masih belum diketahui secara pasti.

Termasuk dengan vaksin kanker payudara yang juga belum ada, berbeda dengan kanker serviks.

Supaya kita bisa mengetahui tanda-tanda penyakit ini, maka perlu dilakukan ‘Sadari’ dan ‘Sadanis’.

Sadari atau Periksa Payudara Sendiri merupakan kegiatan pemeriksaan payudara secara mandiri. Sementara Sadanis adalah pemeriksaan payudara secara klinis.

“Seperti apakah payudara terdapat benjolan, mengeras, berubah bentuk, mengeluarkan cairan dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Baca juga: Siapa Gofar Hilman? Penyiar Radio yang Viral Gegara Tudingan Pelecehan, Beri Bantahan di Twitter

Selain itu potensi kanker payudara bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko, seperti menerapkan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, mengendalikan berat badan dan aktif bergerak, serta mengelola stress.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved