Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Serap Aspirasi, Bupati Malinau Wempi Mawa Rencanakan Skema Bantuan Perikanan untuk Nelayan Terdaftar

Terkait usulan bantuan, Bupati Malinau Wempi W Mawa rencanakan skema bantuan perikanan untuk nelayan terdaftar.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat menggelar pertemuan bersama perwakilan Kelompok nelayan di sungai Desa Kelapis, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu sore (9/6/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Terkait usulan bantuan, Bupati Malinau Wempi W Mawa rencanakan skema bantuan perikanan untuk nelayan terdaftar.

11 kelompok nelayan mewakili 203 Nelayan di Kabupaten Malinau menghadiri dialog bersama Bupati dan Wakil Bupati Malinau.

Diberitakan sebelumnya, melalui pertemuan tereebut sejumlah perwakilan nelayan menyampaikan persoalan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Malinau.

Baca juga: Petani Mengadu Gabah Belum Dibayar, Bupati Malinau Wempi W Mawa Jelaskan Penyebabnya, Ini Janjinya

Baca juga: 14 Pasien Virus Corona Sembuh, Malinau Nol Kasus Covid-19 untuk Ke-4 Kalinya, Wempi W Mawa Minta ini

Baca juga: Malinau Dilanda Banjir Besar di Awal Masa Jabatan, Wempi W Mawa: Bersabar, Ini Ujian dari Tuhan

Seusai mendengarkan pendapat kelompok nelayan, Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengatakan semua usulan akan menjadi pertimbangan penyusunan program.

Menurutnya, program bantuan untuk kelompok nelayan nantinya diberikan khusus kepada nelayan aktif.

"Kami menggelar dialog seperti ini untuk memahami persoalan yang dihadapi nelayan. Nantinya akan jadi pertimbangan instansi terkait untuk menyusun program terkait kesejahteraan nelayan," ujarnya, Rabu sore (9/6/2021).

Terkait usulan perwakilan nelayan mengenai pengawasan praktik ilegal fishing dan pencemaran sungai, menurutnya Pemerintah Daerah telah menjalankan fungsi pengawasan.

Wempi W Mawa mengatakan penyebab menurunnya hasil tangkapan nelayan tidak dapat langsung disimpulkan tanpa data yang valid.

Menurutnya hal tersebut bisa saja diakibatkan karena faktor alam, kelalaian atau akibat kesalahan manusia.

"Menurunnya hasil tangkapan nelayan bisa jadi karena illegal fishing, menyetrum atau meracun. Ini dilarang. Kami minta nelayan juga membantu awasi. kalau ada, segera dilaporkan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved