Breaking News:

Puluhan Babi di Bulungan Mati

Babi Mati Mendadak tak Hanya di Bulungan, Distan Kaltara Ungkap Terjadi Juga di Malinau & Nunukan

Babi mati mendadak tak hanya terjadi di Bulungan, Dinas Pertanian Kaltara ungkap dugaan ASF di wilayah Kaltara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kaltara, Supardi (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Babi mati mendadak tak hanya terjadi di Bulungan, Dinas Pertanian Kaltara ungkap dugaan ASF di wilayah Kaltara.

Dinas Pertanian Kaltara mengungkapkan dugaan penyakit African Swine Fever atau ASF, yang menyebabkan kematian puluhan babi secara mendadak tidak hanya terjadi di Bulungan.

Dua kabupaten lain, yakni Nunukan dan Malinau juga sempat mendapatkan kejadian kematian babi.

Baca juga: Mati Mendadak Diduga Terjangkit ASF, Warga Kecamatan Peso Bulungan Selektif Buru & Konsumsi Babi

Baca juga: Jangan Khawatir! Dinas Pertanian Bulungan Pastikan ASF Bukan Zoonosis, Tak ada Penularan ke Manusia

Baca juga: Dinas Pertanian Bulungan Pastikan Babi Mati Mendadak Akibat Virus ASF, Tak Ada Penularan ke Manusia

Ilustrasi - Pengambilan sampel pada babi yang diduga terjangkit ASF di Berau, Kaltim (TRIBUNKALTIM.CO / RENATA ANDINI)
Ilustrasi - Pengambilan sampel pada babi yang diduga terjangkit ASF di Berau, Kaltim (TRIBUNKALTIM.CO / RENATA ANDINI) (TRIBUNKALTIM.CO / RENATA ANDINI)

 

Di mana pada Bulan Maret terjadi di Nunukan, dan pada Bulan Mei di Berau yang kemudian diikuti di Bulungan pada Bulan Juni.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kaltara, Supardi, Jumat (11/6/2021).

"Untuk dugaan ASF, di Bulan Maret ditemukan ada kematian babi di Tulin Onsoi, Sebuku, Nunukan itu ditemukan warga, ada babi mati terbawa arus sungai dan itu langsung dikubur oleh warga," ujar Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kaltara, Supardi.

"Setelah itu memang kami ambil sampelnya dan hasilnya negatif ASF," katanya.

Supardi melanjutkan, kematian babi juga terjadi di Berau pada Bulan Mei lalu, yang kemudian diikuti oleh kejadian kematian 40 ekor babi di Kecamatan Peso Bulungan, yang notabenenya berbatasan dengan Berau.

Pihaknya memastikan, babi-babi yang mati di Kaltara, belum ada satupun yang terkonfirmasi positif ASF.

Kendati demikian, Supardi mengatakan Dinas Pertanian di Kabupaten telah bergerak untuk mengambil sampel.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved