Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Detik-detik Anggota DPRD Kutim Marahi TKA Terekam Kamera, Minta Segera Tunjukan Visa atau Stop Kerja

Detik-detik Anggota DPRD Kutim marahi TKA terekam kamera, minta segera tunjukan visa atau stop kerja.

Editor: M Purnomo Susanto
istimewa
Tangkapan layar video anggota DPRD Kutai Timur memarahi tenaga kerja asing saat melakukan sidak ke Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. 

TRIBUNKALTARA.COM, SANGATTA - Detik-detik Anggota DPRD Kutim marahi TKA terekam kamera, minta segera tunjukan visa atau stop kerja.

Video anggota DPRD Kutai Timur memarahi tenaga kerja asing sedang menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam video tersebut, anggota komisi D DPRD Kutim Asmawardi tampak meminta seorang manajemen perusahaan asing untuk menunjukkan visa kerja.

Baca juga: Dewan Kesal ada Lowongan Kerja di Kutim Wajibkan Bisa Bahasa Mandarin: Itu tak Bisa Diberlakukan!

Baca juga: Terkendala Pengumpulan Massa, Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kutim Jauh dari Target, Baru 8,6 Persen

Baca juga: Diduga Korupsi Pengadaan Solar Cell Rp 90,7 Miliar di DPMPTSP Kutim, Kejari Periksa 35 Orang Saksi

Komunikasi tampak sulit dilakukan karena TKA tersebut tidak mahir dalam berbahasa Indonesia sehingga terdapat bantuan penerjemah lain yang sama-sama TKA.

"Kasih tau dia, kalau tidak mau tunjukkan datanya itu, stop kerjaan. Jangan ada kegiatan, kunci semua ini," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut dalam video.

Diketahui video tersebut diambil saat Komisi gabungan DPRD Kutim melakukan sidak ke PT Kobexindo Cement yang berada di Desa Desa Sekerat Kecamatan Bengalon dan Desa Selangkau Kecamatan Kaliorang, Kamis (10/6/2021) kemarin.

Kegiatan sidak ini merupakan buntut dari permasalahan beredarnya lowongan kerja PT Kobexindo Cement yang memberi persyaratan bagi pelamar untuk menguasai bahasa mandarin.

Membahas permasalahan itu, DPRD Kutim telah menggelar kegiatan ruang dengar pendapat namun tidak dihadiri oleh perusahaan terkait.

Oleh karenanya dewan menggelar sidak ke tempat perusahaan asing tersebut untuk memeriksa kondisi perusahaan dalam beroperasi di lapangan.

Ketika sudah berada di lokasi, Komisi Gabungan DPRD Kutim langsung mendatangi kantor pimpinan proyek namun tidak ditemukan perwakilan manajemen PT Kobexindo Cement.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved