Puluhan Babi di Bulungan Mati

Jangan Khawatir! Dinas Pertanian Bulungan Pastikan ASF Bukan Zoonosis, Tak ada Penularan ke Manusia

Jangan khawatir! Dinas Pertanian Bulungan pastikan ASF bukan zoonosis, tak ada penularan ke manusia.

TRIBUNKALTIM.CO / RENATA ANDINI
Ilustrasi - Pengambilan sampel pada babi yang diduga terjangkit ASF di Berau, Kaltim (TRIBUNKALTIM.CO / RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Jangan khawatir! Dinas Pertanian Bulungan pastikan ASF bukan zoonosis, tak ada penularan ke manusia.

Dinas Pertanian Bulungan memastikan African Swine Fever atau ASF, yang menjangkiti babi tidak memiliki sifat zoonosis.

Sehingga penyakit yang disebabkan oleh virus, dengan Genus Asfivirus dan Family Asfarviridae ini, tidak menular pada manusia.

Baca juga: Dinas Pertanian Bulungan Pastikan Babi Mati Mendadak Akibat Virus ASF, Tak Ada Penularan ke Manusia

Baca juga: Puluhan Babi Mati Mendadak di Desa Long Yin, Dugaan Virus ASF, Dinas Pertanian Bulungan Ambil Sampel

Baca juga: Melantik 54 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Bulungan Syarwani Sebut Dapat Izin Mendagri

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Deny, Jumat (11/6/2021).

"Penyakit ternak ada dua sifatnya, satu zoonosis yang bisa menular ke manusia, dan non zoonosis yang tidak menular," ujar Staf Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Deny.

"Untuk ASF, dia ini bukan zoonosis, artinya dia tidak menyebar ke manusia," tambahnya.

Sehingga pihaknya meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir atau takut terkena ASF, bila melakukan kontak langsung dengan babi.

Kendati bukan zoonosis, penyakit yang pertama kali masuk di Indonesia pada awal 2020 ini, dapat menyebabkan penyakit pada babi, bahkan dengan fatalitas 100 Persen.

Ini berarti bila ada sepuluh ekor babi yang terjangkit, maka kesepuluh babi tersebut, besar kemungkinannya berujung pada kematian.

"Tapi untuk kerugian ekonominya bagi peternak itu bisa 100 Persen, artinya bisa semua ternak itu mati bila terjangkit," katanya.

Baca juga: CPNS 2021 di Bulungan Belum Dibuka, BKPSDM Sebut Menunggu Pengumuman dari Pemerintah Pusat

Baca juga: Besok 800 Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac Sampai di Bulungan, Dinkes Kaltara Beber Target Vaksinasi

Baca juga: Bulungan Kembali Dapat Jatah 220 Vial Vaksin Covid-19 Sinovac, Targetkan Pelayanan Publik & Lansia

Menyangkut adanya dugaan ASF di Bulungan, pihak Dinas Pertanian Bulungan,
telah menurunkan tim untuk mengambil sampel ke Kecamatan Peso, teoatnya di Desa Long Lasan dan Desa Long Pelaah.

Di mana dalam seminggu terakhir, setidaknya terdapat puluhan babi, baik babi hutan maupun babi ternak yang mati secara mendadak.

Pihak Dinas Pertanian Bulungan, mengaku belum dapat memastikan apakah kematian babi-babi di wilayah Peso, positif ASF atau tidak, mengingat masih memerlukan hasil pengujian sampel di laboratorium.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

(*)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved