Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Krisis Air, Warga Kerok Laut Kabupaten PPU Antre Air Bersih, Dijatah 2 Sampai 4 Jerigen 

Krisis air bersih terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara  (PPU) Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di daerah Jalan Kerok Laut

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Warga kerok laut Kabupaten PPU antre pembagian air bersih. 

TRIBUNKALTARA.COM, PENAJAM - Krisis air bersih terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara  (PPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di daerah Jalan Kerok Laut RT 20 Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam.

Belum lama ini terlihat sejumlah warga mengantre untuk mengisi air bersih di dalam jerigen.

Air bersih ini didapatkan berkat dari bantun salah satu perusahaan di Kabupaten PPU.

Baca juga: Intake Sungai Buaya Bulungan Dangkal, PDAM Danum Benuanta Tanjung Selor Bagikan Air Bersih Gratis

Baca juga: Pengaruhi Air Bersih, Masyarakat Adat Minta Pemerintah Seriusi Isu Kerusakan Lingkungan di Malinau

Salah satu warga Yuliana mengaku, ia bersama warga antre air bersih, karena selama ini warga mengandalkan air sumur. Namun kini sumur yang selalu digunakan warga tak lagi difungsikan diakibatkan kondisi air yang kotor.

Tak hanya itu, warga juga mengandalkan air hujan. Namun karena hujan tidak turun, membuat persediaan air di rumah warga habis. 

Baca juga: Pasca Banjir, Pemkab Berau Siapkan Air Bersih dan Obat-obatan Bagi Warga

Dengan adanya kondisi ini, warga pun terpaksa mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk membeli air. 

Harga air yang lumayan ini pun menguras pengeluaran warga. Hanya warga yang memiliki pendapatan yang banyak yang mampun membeli air. 

Wali Kota Tarakan dr Khairul secara simbolis melakukan pemasangan sambungan air bersih ke warga penerima program SRGP, di Tarakan, Kalimantan Utara Kamis (14/4/2021).
Wali Kota Tarakan dr Khairul secara simbolis melakukan pemasangan sambungan air bersih ke warga penerima program SRGP, di Tarakan, Kalimantan Utara Kamis (14/4/2021). (TribunKaltara.com)

"Ada sebagian yang membeli air dengan harga yang lumayan menguras kantong,
1 Tandon yang sering dibawa mobil pickup seharga hingga Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu. Tapi bagi yang mampu saja membeli," kata Yuliana, Jumat (11/6/2021).

Sementara itu, Yuliana juga sangat bersyukur adanya bantuan air bersih dari perusahaan

Meskipun begitu, bantuan air bersih ini harus diberikan secara merata kepada warga. Oleh karena itu warga diberikan jatah antara 2 jerigen hingga 4 jerigen.

Baca juga: Bantu Korban Banjir, PMI Berau Salurkan Air Bersih hingga Pengobatan Gratis

"Alhamdulillah syukur-syukur ada yang beri air, ya sebenarnya tidak cukup tapi mau nda mau dihemat-hematin, jam 9 lagi tadi bantuan dari Chevron ngalir tapi hanya 1 jam saja," ujarnya.

Dirinya berharap dengan kondisinya minimnya air bersih di Kerok Laut pemerintah daerah bisa peduli dan memperhatikan hal tersebut.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved