Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Pulau Sebatik Abrasi, Polres Nunukan Gelar Penyelidikan Tambang Pasir Ilegal, 14 Rumah Rusak & ini

Pulau Sebatik abrasi, Polres Nunukan gelar penyelidikan tambang pasir ilegal, dampak dari abrasi 14 rumah rusak & ini.

Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
istimewa
Polres Nunukan melakukan penyelidikan mengenai aktivitas tambang pasir ilegal di Desa Sei Manurung, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. (Istimewa). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pulau Sebatik abrasi, Polres Nunukan gelar penyelidikan tambang pasir ilegal, dampak dari abrasi 14 rumah rusak & ini.

Polres Nunukan hingga kini masih melakukan penyelidikan mengenai aktivitas tambang pasir ilegal di Desa Sei Manurung, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Hasil rapat dengar pendapat yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Sebatik bersama DPRD Nunukan belum lama ini, memberikan dua rekomendasi.

Baca juga: Babi Mati Mendadak tak Hanya di Bulungan, Distan Kaltara Ungkap Terjadi Juga di Malinau & Nunukan

Baca juga: Akibat Penambangan Pasir Ilegal, 14 Rumah di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Rusak

Baca juga: Dianggap Potensial, Pemprov Kaltara Bakal Jadikan Tarakan dan Nunukan Sentra Produksi Perikanan

Pertama, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk menindaklanjuti masalah penambangan pasir bersama Kepolisian dalam hal melarang aktivitas penambangan pasir yang tidak memiliki izin.

Selain itu juga telah melanggar undang-undang nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, serta menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yang parah.

Kedua, mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mencarikan solusi terkait penyediaan kebutuhan pasir untuk pembangunan di Pulau Sebatik.

Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Marhadiansyah Tofiqs Setiaji mengatakan, pihaknya masih melakukan pemetaan (mapping) sekaligus pendataan mengenai aktivitas tambang pasir tersebut.

Menurutnya, jika langsung melakukan penegakkan hukum maka akan timbul polemik di tengah masyarakat.

"Tidak ada salahnya kalau kita berikan sosialisasi lagi bersama unsur Pemda dan Kepolisian. Sekalian mendata titik lokasi tambang pasir. TKPnya kan banyak. Apalagi ini mengenai urusan perut. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Tidak langsung melakukan penindakan. Sosialisasi dulu biar masyarakat tidak kaget," Marhadiansyah Tofiqs Setiaji kepada TribunKaltara.com, Jumat (11/06/2021), sore.

Menurutnya, banyak lokasi penambangan pasir ilegal sepanjang pantai Sebatik. Bahkan, tak sedikit penambang menggantungkan hidupnya dari aktivitas ilegal tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved