Breaking News:

Grab Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Lokal

Kehadiran platform digital di Kota Tarakan yang merupakan sebuah pulau dekat perbatasan Indonesia - Malaysia menjadi angin segar bagi masyarakat lokal

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Sumarsono
HO
Grab hadir sejak 2017 di Kota Tarakan memberi peluang baru bagi masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kehadiran platform digital di Kota Tarakan yang merupakan sebuah pulau dekat perbatasan Indonesia - Malaysia menjadi angin segar bagi masyarakat setempat untuk memulai bekerja dan usaha.

Salah satunya Grab, yang hadir sejak 2017 di Kota Tarakan, turut memberi peluang baru bagi masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Tarakan. Kehadiran Grab menawarkan banyak kesempatan baru bagi masyarakat setempat untuk membuka usaha, menjadi mitra pengemudi dan membuat mereka bisa mandiri.

Seperti pengalaman yang dikisahkan oleh Abimanyu (35), seorang pendatang yang kini sukses dengan kedai makanan Nasi Kota-KU. Awalnya, Ia mengakui kesulitan dalam mencari pekerjaan, setelah menikah dan memutuskan pindah ke Tarakan.

“Awalnya cukup sulit bagi saya untuk mencari pekerjaan, karena saya baru pindah, tidak memiliki kenalan apalagi network untuk mencari pekerjaan tetap, padahal perlu menghidupi keluarga," bukanya.

Akhirnya, selama berbulan-bulan ia mencoba melihat apa yang bisa dilakukan dan mencoba menciptakan peluang sendiri bersama dengan teknologi.

Waktu itu, bisnis kuliner online juga mulai menjamur di Kota Tarakan. Abim melihat peluang dan menginspirasinya untuk memulai usaha.

Grab hadir sejak 2017 di Kota Tarakan, Kalimantan Utra memberi peluang baru bagi masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Tarakan.
Grab hadir sejak 2017 di Kota Tarakan, Kalimantan Utra memberi peluang baru bagi masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Tarakan. (HO)

Langkah pertama saat itu yang ia lakukan yakni mencoba berbagai resep melalui berbagai video tutorial. Ia memulai usaha kuliner kecil bernama Nasi Kota-KU dan menggunakan media sosial untuk memasarkan makanannya.

Abim merupakan satu dari ribuan pelaku UMKM baru yang banyak bermunculan di Tarakan. Berdasarkan data dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltara menunjukkan, tahun 2019, lahir 8.976 UMKM baru sehingga saat ini ada sekitar 13.427 UMKM yang terbagi dalam berbagai sektor.

Masyarakat di Kota Tarakan dengan mudah meluncurkan bisnis kecil baru, karena mempunyai peluang untuk berkembang berkat digitalisasi, dan juga sangat didukung oleh Rumah BUMN, sebuah organisasi yang bertujuan untuk mempercepat transformasi digital UMKM di kota tersebut.

Setelah dapat mengelola bisnis Nasi Kota-KU secara online dengan baik, Abim menyadari adanya peluang yang besar untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Diawal tahun 2021, Ia pun memutuskan untuk mengikuti kelas pelatihan yang diadakan oleh Rumah BUMN dan Grab guna belajar bagaimana membawa lebih banyak peluang ke bisnis miliknya.

Ia juga mendaftarkan restorannya sebagai mitra merchant GrabFood, dan dengan cepat merasakan perkembangan usahanya seiring dengan bertambahnya pengetahuan tentang bagaimana cara menjalankan bisnis kuliner, terutama di masa pandemi.

Sejak bergabung dengan GrabFood, visibilitas online bisnisnya semakin kuat, sehingga ia memutuskan untuk membuka toko offline.

Ia mengakui, ketika membuka toko offline, penjualannya melalui online juga berpengaruh positif karena konsumen di GrabFood juga dapat melihat foto-foto toko offline miliknya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved