Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Puluhan Babi Sempat Dilaporkan Mati Mendadak, Dinas Pertanian Bulungan Pastikan Bukan karena ASF

Dinas Peternakan Bulungan memastikan babi yang mati di Desa Long Yiin, Kecamatan Peso bukan disebabkan oleh virus african swine fever atau ASF.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
HO / Dinas Pertanian Bulungan
Dinas Pertanian Bulungan, saat mengambil sampel serum dan darah babi ternak di Desa Long Yiin, Kecamatan Peso (HO / Dinas Pertanian Bulungan) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Dinas Pertanian Bulungan memastikan babi yang mati di Desa Long Yiin, Kecamatan Peso bukan disebabkan oleh virus African Swine Feverr atau ASF.

Kesimpulan tersebut didapatkan setelah pihak Dinas Pertanian Bulungan menerima hasil uji sampel dari Laboratorium Balai Veteriner di Banjar Baru Kalsel.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Mariyana saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian Bulungan, Rabu (16/5/2021).

Baca juga: Antisipasi Virus ASF, Pemkab Tana Tidung Bakal Lakukan Uji Sampel Babi di Bvet Banjar Baru Kalsel

Baca juga: Waspada Virus African Swine Fever pada Babi, Pemkab Tana Tidung Lakukan Sosialisasi Ke Masyarakat

Baca juga: Kadis Pertanian Malinau Afri Tanggapi Info Puluhan Babi Mati Mendadak di Mentarang Hulu, Minta ini

"Untuk hasilnya negatif, untuk yang Desa Long Yiin, kita sudah dapat hasil labnya kemarin, dan itu negatif ASF," ujar Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Mariyana.

Kendati telah mendapatkan hasil negatif, pihaknya mengaku akan kembali mengambil sampel berupa organ dari babi yang telah mati.

Mengingat pada pengambilan sampel pertama, tim dari Dinas Pertanian tidak berhasil mendapatkan sampel berupa organ dalam seperti hati dan limfa, melainkan hanya berupa serum darah.

"Tapi untuk lebih memastikan lagi, kita akan ambil sampel organ, itu nanti kita ambil hati dan limfa untuk kita ambil sampelnya," katanya.

"Untuk di Long Yiin, uji keduanya belum kita ambil, karena pemilik banyak yang tidak mau diambil sampel organnya, kalau yang kemarin itu diambil sampel serum dan darah," tambahnya.

Ditanyakan mengenai penyebab lain dari kematian puluhan babi di wilayah Peso sejak tiga minggu yang lalu, Mariyana mengatakan ada potensi kematian disebabkan oleh bencana alam.

Khususnya kondisi banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, menurutnya dengan adanya banjir, besar kemungkinan babi terserang penyakit yang berasal dari bakteri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved