Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Waspada African Swine Fever, Dinas Pertanian Bulungan Minta Masyarakat Tidak Sembarangan Buang Babi

Dinas Pertanian Bulungan memastikan kematian puluhan babi, di Desa Long Yiin, Kecamatan Peso, tidak disebabkan oleh african swine fever atau ASF.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
HO / Dinas Pertanian Bulungan
Dinas Pertanian Bulungan, saat mengambil sampel serum dan darah babi ternak di Desa Long Yiin, Kecamatan Peso (HO / Dinas Pertanian Bulungan) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Dinas Pertanian Bulungan memastikan kematian puluhan babi, di Desa Long Yiin, Kecamatan Peso, tidak disebabkan oleh African Swine Fever atau ASF.

Hasil uji sampel yang dilakukan oleh Laboratorium di Balai Veteriner Banjarbaru, menunjukan hasil sampel serum darah yang didapat dari Desa Long Yiin negatif ASF.

Kendati hasil sampel dari Desa Long Yiin negatif, pihak Dinas Pertanian Bulungan akan kembali mengambil sampel organ dari babi yang telah mati.

Sampel organ yang diambil nantinya ialah organ dalam berupa hati atau nimfa.

Baca juga: Puluhan Babi Sempat Dilaporkan Mati Mendadak, Dinas Pertanian Bulungan Pastikan Bukan karena ASF

Baca juga: Kasus Babi Mati Mendadak, Dinas Pertanian Bulungan Sebut Belum Hitung Seluruh Kerugian Peternak

Baca juga: Waspadai Virus African Swine Fever, Distan Bulungan Imbau Warga tak Konsumsi Daging Babi Sakit

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Mariyana saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian Bulungan, Rabu (16/6/2021).

"Untuk hasilnya negatif, tapi untuk lebih memastikan lagi, kita akan ambil sampel organ, itu nanti kita ambil hati dan limfa untuk kita ambil sampelnya," ujar Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Mariyana.

Lebih lanjut, Mariyana mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan saat membuang babi yang telah mati, seperti membuang dan menghanyutkan babi ke sungai.

Mengingat, apabila babi yang mati nantinya terbukti negatif virus ASF, namun ada kemungkinan kematian babi disebabkan oleh penyakit lain, sehingga cukup berbahaya apabila babi tersebut dilarung ke sungai.

"Kami imbau agar masyarakat tidak membuang babi-babi itu ke sungai, karena nanti itukan bahaya kalau air sungainya dikonsumsi," ujarnya.

Dirinya pun meminta kepada masyarakat, apabila menemukan kasus kematian babi, agar segera menguburkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved