Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Gubernur Kaltara Minta Produk Malaysia Harus Berizin, Pedagang Nunukan: Asal Pemerintah Fasilitasi

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, minta para pedagang di Kaltara yang menjual produk Malaysia memiliki izin.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Heri, seorang pedagang di Pasar Jamaker Nunukan, Kalimantan Utara, sedang memegang gula pasir asal Malaysia, Jumat (18/06/2021), pagi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, minta para pedagang di Kaltara yang menjual produk Malaysia memiliki izin.

Sebab dengan menjual produk luar negeri tanpa izin, negara akan kehilangan potensi pendapatan. Bahkan barang tersebut dinilai sebagai barang ilegal.

Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, salah satu kabupaten yang di pasar ramai menjual barang sembako asal Malaysia ini.

Baca juga: Gula Pasir dan Daging Alana asal Malaysia Beredar di Pasar, Gubernur Zainal Minta Pedagang Urus Izin

Baca juga: Kepala BPPD Kaltara Udau Sebut Kesehatan dan Pendidikan Prioritas Pembangunan Perbatasan RI-Malaysia

Menanggapi permintan Gubernur Kaltara, pedagang di Nunukan minta difasilitasi.

Heri, seorang pedagang di Pasar Jamaker Nunukan mengaku sudah lama dirinya menjual produk sembako asal Malaysia seperti gula pasir, tepung gandum, dan minyak goreng.

Baca juga: Malaysia Lockdown, Warga di Krayan Tetap Terima Distribusi Kebutuhan Pokok dari Negeri Jiran

Heri menyebut selama pandemi Covid-19, harga sembako asal Malaysia itu fluktuatif.

Bahkan ia juga belum pernah menjual gula pasir Indonesia, karena harganya mahal.

Gula pasir impor Malaysia di Pasar Induk Tanjung Selor ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI )
Gula pasir impor Malaysia di Pasar Induk Tanjung Selor ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)

"Selain itu juga gula Indonesia jarang datang. Kalau gula pasir Malaysia saya ambil di agennya Rp235 ribu isinya 17 bungkus. Kadang saya ambil banyak baru saya jual lagi ke pengecer Rp245 ribu isinya 17 bungkus. Saya jual per bungkus Rp16 ribu," kata Heri kepada TribunKaltara.com, Jumat (18/06/2021).

Lebih lanjut Heri sampaikan, harga gula pasir Malaysia saat ini terbilang naik, semenjak Malaysia perketat lockdown wilayah.

Baca juga: Dialog Bersama Disperindagkop Malinau, Pedagang Minta Kejelasan Penjualan Gula Pasir Buatan Malaysia

"Sempat harga jual gula asal Malaysia itu, Rp12 ribu per bungkus. Bahkan, sempat 2 bungkus harganya Rp25 ribu. Karena Malaysia perketat lockdown, sehingga pasokan gula agak berkurang. Jadinya harga juga ikut naik," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved