Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

KKP Tarakan Perketat Pintu Masuk, Antisipasi Masuknya Virus Varian Baru Covid-19

Varian baru Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di beberapa daerah membuat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas di pintu masuk seperti Bandar Udara Juwata Tarakan. Sebelum keluar dari pintu, ada petugas KKP melakukan pengecekan e-HAC penumpang 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Varian baru Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di beberapa daerah membuat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Kota Tarakan memperketat pintu masuk ke Kalimantan Utara.

Salah satunya KKP melakukan pemeriksaan ketat penumpang di pintu masuk udara maupun pelabuhan.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 145 kasus Covid-19 muncul akibat terpapar tiga varian baru virus corona.

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Balikpapan Temukan Klaster Minimarket di Graha Indah, 5 Orang Positif 

Baca juga: Pasien Covid-19 di Tana Tidung Bertambah Satu Orang, Miliki Riwayat Perjalanan dari Surabaya

Di antaranya B.1.1.7 yang dinamakan dengan varian Alpha, B.1.351 yang kini bernama varian Beta, dan B.1.617.2. yang dinamakan varian Delta. Temuan 145 kasus ini merupakan hasil pemeriksaan dan analisis terhadap 1.989 sekuens genom Covid-19.

Kepala KKP Kelas II Tarakan, Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya melakukan perketatan pengawasan di pintu masuk terutama Bandar Udara (Bandara) dan pelabuhan sebagai bentuk antisipasi.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Babinsa di Tarakan Bagi Masker Gratis ke Masyarakat

Baca juga: Susul 2 Anak Perempuannya, Hanung Bramantyo Positif Covid-19, Zaskia Mecca: Dia Happy Banget

"Karena varian baru ini prinsip pengelolaanya sama, tetapi harus diperketat lagi pemeriksaan terutama pelaku perjalanan dari luar seperti Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui Sebatik dan Nunukan," ungkap Ahmad Hidayat.

Meskipun ada pengetatan pengawasan, pihaknya tidak melakukan penambahan petugas. Saat ini KKP juga menerima tugas baru yakni vaksinasi.

Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud didampingi jajaran Satgas Kota Balikpapan melakukan rilis perkembangan Covid-19. / Ilustrasi minimarket yang ditutup atau dilakukan karantina sementara lantaran terjadi klaster
Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud didampingi jajaran Satgas Kota Balikpapan melakukan rilis perkembangan Covid-19. / Ilustrasi minimarket yang ditutup atau dilakukan karantina sementara lantaran terjadi klaster (TRIBUNKALTIM.CO)

" Sehingga petugas yang melakukan pengawasan di setiap pintu masuk tinggal sekitar 15 orang. Sedangkan petugas yang dialihkan untuk melakukan vaksinasi sebanyak 8 orang," beber Hidayat.

Untuk pelaksanaan pemeriksaan di pelabuhan maupun bandara, secara fisik kita lakukan pemeriksaan suhu tubuh dan melakukan validasi riwayat kesehatan melalui elektronik Health Alert Card (eHAC) atau kartu kewaspadaan kesehatan yang merupakan kartu elektronik bagi pelaku perjalanan yang baru tiba di Tarakan.

Baca juga: Satgas Covid-19 Tana Tidung Razia Prokes, Temukan 43 Pelanggar Tak Pakai Masker, Alasannya Ini

Baca juga: Buka Klinik Vaksin Covid-19 Gratis, Agnez Mo Klaim Fasilitas Lengkap dan dapat Makanan Gratis

"Sedangkan yang akan berangkat dilakukan pemeriksaan hasil PCR Antigen maupun GeNose untuk di validasi," beber Hidayat.

Lebih lanjut Hidayat menambahkan, Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh petugas dalam menjalankan tugas hanya sebatas masker, sarung tangan, dan baju pelindung. Saat disinggung mengenai apakah di Kalimantan Utara sudah terdeteksi adanya varian baru Covid-19, dirinya mengaku bukan kewenanganya untuk menjawab.

"Itu adalah kewenangan Dinas Kesehatan, kalau mau lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke sana. Kita hanya melakukan validasi dokumen kesehatan para penumpang, serta melihat kondisi kesehatan secara umum," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved