Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Masuk Zona Hijau, PTM akan Dilaksanakan, Khairul Tegaskan Langgar Prokes, Sekolah Bisa Ditutup Lagi

Tak terasa hampir satu bulan sudah Tarakan berada pada status zona kuning. Ini tak lepas dari upaya dan kerja keras semua Tims Satgas Covid.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas di SMP Negeri 7 Tarakan menyambut PTM. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Tak terasa hampir satu bulan sudah Tarakan berada pada status zona kuning. Ini tak lepas dari upaya dan kerja keras semua Tims Satgas Covid-19 bekerja sama instansi lainnya.

Wali Kota Tarakan optimis Tarakan bisa menuju status menjadi zona hijau.

"Sesuai dengan tingkat perkembangan kasus yang selalu dievaluasi, kita berlakukan gas rem. Alhamdulillah Tarakan sudah status kuning. Mudah-mudahan bisa menuju hijau," ungkap dr. Khairul, M.Kes.

Baca juga: Zona Hijau Covid-19, Satpol PP Tana Tidung Janji Tindak Masyarakat Tak Patuh Protokol Kesehatan

Baca juga: Kabupaten Tana Tidung Zona Hijau, Kepala Dinas Pendidikan Sebut Satu SD Belum PTM, Ini Alasannya

Jika Tarakan dan seluruh dunia sudah masuk dalam zona hijau, lanjutnya tak perlu ada lagi yang dikhawatirkan.
Ia melanjutkan, terhitung satu bulan lebih sudah belum ada klaster Ramadan dan Idulfitri seperti yang dikhawatirkan.

"Bahkan Ramadan yang kita khawatirkan akan muncul malah tidak ada, hanya di beberapa dearah yang ada, tetapi kita berterima kasih kepada masyarakat bahwa kebebasan yang kita berikan kekebasan yang bertanggung jawab dan bukan bebas yang bebas-bebasnya," urainya.

Baca juga: Kabupaten Tana Tidung Zona Hijau Covid-19, Begini Kata Bupati Ibrahim Ali

Diberikan kebebasan atau pelonggaran bukan berarti penerapan protokol kesehatan tak perlu dijalankan.

"Kita bebaskan tapi tolong jalankan protokol kesehatan. Kalau ini dijalankan rasa-rasanya apapun yang dilakukan aman," ungkapnya.

Tampak aktivitas sekolah di salah satu SMP Kota Tarakan.
Tampak aktivitas sekolah di salah satu SMP Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Pun begitu juga jika menyinggung pembelajaran tatap muka (PTM). Jika kesadaran akan disiplin protokol keseharan dijalankan, tak akan ada lonjakan kasus baru.

Meskipun tak ada PTM tetapi tidak aman, mereka tidak melaksanakan protokol kesehatan dan berkeliaran ke mana-mana maka akan jauh lebih berbahaya.

"Unkontrol akan lebih sulih kalau PTM tidak diawasi dan diatur. Kapan masuknya, dimana duduknya, kan itu tergantung sekolah. Jika pelaksanaannya tidak disiplin itu yang menjadi problem sebenarnya," beber Khairul.

Baca juga: Pemda Malinau Tindaklanjuti Rekomendasi Ombudsman Kaltara, Raih Predikat Pelayanan Publik Zona Hijau

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved