Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Siapa M Qodari? Trending Twitter Pagi Ini, Gelar Syukuran Kantor Sekretariat Nasional Jok-Pro 2024

Siapa M Qodari? Trending di Twiter Minggu pagi, pernah deklarasikan Jokowi - Prabowo, kini gelar syukuran Kantor Sekretariat Nasional Jok-Pro 2024.

Editor: Amiruddin
Tangkapan Layar YouTube / Najwa Shihab
M Qodari. Nama Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari jadi trending di Twitter pada Minggu 20 Juni 2021 pagi ini. 

Pendidikan M Qodari

- S1 bidang Psikologi Sosial di Universitas Indonesia, Jakarta (1992-1997);

- S2 bidang Political Behaviour di University of Essex, Inggris (2001-2002);

- S3 bidang Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2008-2016).

Karier M Qodari

- Direktur Eksekutif Indobarometer (IB);

- Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) (Juli 2005-Oktober 2006);

- Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) (Juli 2003-Juni 2005);

- Chief Editor, Majalah Kandidat, Campaign and Election Magazine (Agustus 2003-Juni 2004);

- Peneliti di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) (November 2002-Juli 2003);

- Kolomnis dan Pengamat Politik sejak 1999-sekarang;

- Peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) (Mei 1999-September 2001).

*Profil M Qodari diambil di situs resmi Universitas MH Thamrin, di mana ia pernah menjadi pembicara dalam sebuah diskusi panel pada 2017.

Baca juga: Elite Gerindra Bereaksi, Muncul Wacana Duet Megawati-Prabowo di Pilpres 2024: Usulan Kita Tampung

Istana Ingatkan Pernyataan Jokowi soal Presiden Tiga Periode

Wacana jabatan presiden tiga periode kembali mencuat.

Pada Sabtu (19/6/2021), digelar Syukuran Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo 2024.

Terkait hal itu, pihak Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, mengatakan saat ini Presiden Jokowi tetap berpegang teguh kepada Konstitusi.

"Mengingatkan kembali, Presiden Jokowi tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap Reformasi 1998," ujar Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Menurut Fadjroel, sesuai Pasal 7 UUD 1945 amandemen pertama menyebutkan bahwa, "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan."

Selain itu, lanjut dia, Jokowi telah dua kali menyatakan menolak wacana jabatan presiden selama tiga periode.

Penolakan pertama disampaikan pada 2 Februari 2019.

Saat itu, kata Fadjroel, Jokowi menyinggung apabila ada pihak yang mengungkap presiden dipilih tiga periode memiliki motif tertentu.

"Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja," ujar Fadjroel mengutip pernyataan Jokowi.

Kemudian, penolakan kedua disampaikan pada 15 Maret 2021.

Kala itu, Kepala Negara menyatakan tidak ada niat dan tidak berminat menjadi Presiden RI untuk tiga periode.

Baca juga: PDIP dan Gerindra Usung Prabowo-Puan di Pilpres 2024? Anies Baswedan Berpotensi jadi Lawan Kuat

"Konstitusi mengamanahkan dua periode, itu yang harus kita jaga bersama."

"Janganlah membuat gaduh baru, kita sekarang fokus pada penanganan pandemi," ungkap Fadjroel kembali mengutip pernyataan Jokowi.

Dengan demikian, Fadjroel menegaskan, sikap Jokowi seharusnya menjadi pegangan semua pihak.

"Sikap presiden dalam dua kali kesempatan di atas yang harus menjadi pegangan semua pihak," katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PROFIL M Qodari yang Jadi Trending Twitter, Pernah Deklarasikan Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/20/profil-m-qodari-yang-jadi-trending-twitter-pernah-deklarasikan-jokowi-prabowo-untuk-pilpres-2024?page=all
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved