Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan Minta Warga Mengenali Penyakit ASF dan Lakukan Ini

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan minta warga mengenali penyakit ASF dan lakukan ini.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
Dok.TribunKaltim.co
Ilustrasi pengambilan sampel pada babi yang diduga terjangkit ASF di Berau. (Dok.TribunKaltim.co). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan minta warga mengenali penyakit ASF dan lakukan ini.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan minta warga mengenali penyakit African Swine Fever (ASF).

Diberitakan sebelumnya, terungkap uji sampel babi yang mati di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan belum lama ini, positif terkena penyakit ASF.

Baca juga: Terungkap Uji Sampel Babi yang Mati di Krayan, Tenaga Kesehatan Sebut Positif Terkena Penyakit ASF

Baca juga: Hari Pertama Pendaftaran PPDB SMPN 7 Didominasi Daftar Offline, Siswa Langsung Datang ke Sekolah

Baca juga: Japfa Incar Sektor Pertanian dan Perikanan Kaltara, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris Beri Pesan

Belum lama ini, sebanyak 30 ekor babi di 3 desa wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), mati tanpa diketahui penyebab pastinya.

Ketiga desa tersebut yakni Desa Bungayan, Desa Wa Yagung, dan Desa Binuang.

Penyakit ASF yang disebabkan oleh virus Genus Asfivirus dan Family Asfarviridae itu, pertama kali masuk di Indonesia pada awal 2020.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Alim Bakhrie, mengatakan ASF merupakan penyakit babi yang sangat menular.

Bahkan, dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Informasi yang dihimpun dari sosial media Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, tanda-tanda klinis penyakit ASF yakni mirip dengan penyakit babi lainnya seperti classical swine fever.

"Nah, kalau babi yang mati di Krayan Timur waktu itu, gejala umum yang terjadi yakni demam, lemas, tidak nafsu makan, dan ada bengkak di bagian leher. Ada juga yang melaporkan terdapat bercak lebam pada bagian perut babi," kata Alim Bakhrie kepada TribunKaltara.com, Senin (21/06/2021), sore.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved