Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Terungkap Uji Sampel Babi yang Mati di Krayan, Tenaga Kesehatan Sebut Positif Terkena Penyakit ASF

Terungkap Uji Sampel Babi yang Mati di Krayan, Tenaga Kesehatan Sebut Positif Terkena Penyakit ASF

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO / Dinas Peternakan Bulungan
Ilustrasi - Dinas Peternakan Bulungan, saat mengambil sampel serum dan darah babi ternak di Desa Long Yiin, Kecamatan Peso (HO / Dinas Peternakan Bulungan) 

Sementara itu, untuk hewan sendiri diimbau agar dapat mengendalikan hama yang berpotensi menyebabkan virus.

"Misalnya hanya karyawan dan pekerja kandang yang bisa masuk ke area kandang. Untuk membedakan antara pemilik atau tamu, karyawan menggunakan baju khusus yang disediakan oleh peternakan," ucapnya.

Lebih lanjut Alim sampaikan,"Kendaraan pengangkut hewan dan pakan didesinfeksi di dekat pintu masuk dan dibatasi tidak sampai ke kandang. Tidak bertukar menukar alat-alat kandang termasuk sepatu atau sandal kandang. Berikutnya, mengendalikan hewan pengerat (tikus), vektor serangga yang dapat menjadi penyebar mekanik virus ASF," ujarnya.

Selain itu, Alim juga meminta kepada peternak, untuk menjaga dan mengendalikan masuknya caplak, lalat dan burung liar, pada area-area terbuka kandang.

Lalu diberikan penutup tanpa mempengaruhi sirkulasi udara seperti jaring atau jala.

"Penting juga untuk peternak agar membersihkan dan meminimalkan pakan yang tumpah," tuturnya.

Bagaimana Mencegah Penularan Penyakit ASF dari Segi Pakan Ternak?

Alim juga menuturkan, peternak babi dapat mencegah penularan penyakit ASF dari segi pakan ternak.

Baca juga: Antisipasi Virus ASF, Pemkab Tana Tidung Bakal Lakukan Uji Sampel Babi di Bvet Banjar Baru Kalsel

Baca juga: Puluhan Babi Sempat Dilaporkan Mati Mendadak, Dinas Pertanian Bulungan Pastikan Bukan karena ASF

Baca juga: Antisipasi Virus ASF, Pemkab Tana Tidung Bakal Lakukan Uji Sampel Babi di Bvet Banjar Baru Kalsel

 

Pertama, harus tersedia tempat khusus untuk pakan. Kedua, tempat pakan dan pengolahan pakan harus terhindar dari serangga atau binatang lainnya.

Ketiga, pakan yang bukan dari pabrik harus jelas asalnya. Keempat, lakukan pemanasan (90 derajat celcius per 60 menit) sebelum pakan diberikan kepada hewan.

Kelima, tidak memberikan pakan sisa kepada ternak babi, dari restoran, bandara, pelabuhan, dan hotel.

Penulis: Febrianus felis

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved